Mulai baca buku ini. Menemukan istilah menarik di hal 303 siap dijangkau , kalau ‘siap dituai’ sering kita dengar.
[08.05, 10/2/2026] Perkasa:
Istilah "ladang yang sudah menguning dan siap dituai" yang sering kali disalahartikan sebagai ajakan untuk mendapatkan hasil yang cepat dan masif.
Padahal, pengenalan akan Yesus bukanlah sebuah transaksi instan, melainkan sebuah perjalanan transformatif yang membutuhkan waktu dan ruang.
Bagi kelompok masyarakat yang merasa asing atau memiliki pandangan kurang positif terhadap kekristenan,(mungkin ini masyarakat sekitar kita di konteks reg-1) pendekatan yang terburu-buru untuk "memanen" justru dapat membangun tembok pertahanan yang lebih tinggi. Masalahnya bukan pada pesannya, melainkan pada metodenya. Ketika kita hanya fokus pada hasil akhir (menjadikan mereka pengikut), kita berisiko memperlakukan manusia sebagai objek target, bukan sebagai pribadi yang berharga.
Memilih Istilah "Siap Dijangkau"
Sudah saatnya kita menggeser fokus dari siap dituai menjadi siap dijangkau sebagai sahabat. Perbedaan ini mendasar:
- Menuai berfokus pada apa yang kita dapatkan (hasil).
- Menjangkau sebagai sahabat berfokus pada apa yang kita berikan (kehadiran dan kasih).
Menghargai Proses
Proses pengenalan akan Tuhan adalah proses yang organik. Seperti benih yang membutuhkan waktu untuk berakar sebelum bertunas, demikian pula hati manusia. Dengan mengutamakan persahabatan, kita memberikan kebebasan bagi orang lain untuk mengenal kasih tanpa merasa dihakimi atau dipaksa.
