Siap Dijangkau (Wawan)

9 Replies, 75 Views

    [08.02, 10/2/2026] Perkasa: 
Mulai baca buku ini. Menemukan istilah menarik di hal 303 siap dijangkau , kalau ‘siap dituai’ sering kita dengar.

[08.05, 10/2/2026] Perkasa: 
Istilah "ladang yang sudah menguning dan siap dituai" yang sering kali disalahartikan sebagai ajakan untuk mendapatkan hasil yang cepat dan masif.

Padahal, pengenalan akan Yesus bukanlah sebuah transaksi instan, melainkan sebuah perjalanan transformatif yang membutuhkan waktu dan ruang.

Bagi kelompok masyarakat yang merasa asing atau memiliki pandangan kurang positif terhadap kekristenan,(mungkin ini masyarakat sekitar kita di konteks reg-1) pendekatan yang terburu-buru untuk "memanen" justru dapat membangun tembok pertahanan yang lebih tinggi. Masalahnya bukan pada pesannya, melainkan pada metodenya. Ketika kita hanya fokus pada hasil akhir (menjadikan mereka pengikut), kita berisiko memperlakukan manusia sebagai objek target, bukan sebagai pribadi yang berharga.

Memilih Istilah "Siap Dijangkau"
Sudah saatnya kita menggeser fokus dari siap dituai menjadi siap dijangkau sebagai sahabat. Perbedaan ini mendasar:
  • Menuai berfokus pada apa yang kita dapatkan (hasil).
  • Menjangkau sebagai sahabat berfokus pada apa yang kita berikan (kehadiran dan kasih).
Persahabatan adalah jembatan yang paling kokoh. Melalui persahabatan, kita tidak sedang melakukan "proyek," melainkan sedang membangun kehidupan bersama. Di sinilah kasih Yesus menjadi nyata—bukan melalui khotbah di atas mimbar, melainkan melalui kesediaan untuk mendengar, empati dalam penderitaan, dan ketulusan dalam mendukung satu sama lain.

Menghargai Proses
Proses pengenalan akan Tuhan adalah proses yang organik. Seperti benih yang membutuhkan waktu untuk berakar sebelum bertunas, demikian pula hati manusia. Dengan mengutamakan persahabatan, kita memberikan kebebasan bagi orang lain untuk mengenal kasih tanpa merasa dihakimi atau dipaksa.
[08.04, 10/2/2026] Setya: Buku ini adalah buku bacaan wajib staf Navina tahun 2026...
[08.05, 10/2/2026] Ivan B: Wah, baca buku di tengah harum semerbak kopi…
Selamat menikmati buku/kisah di dalamnya, Bang Wawan.

[08.07, 10/2/2026] Bayu P: Mulai baca buku ini. Menemukan istilah menarik di hal 303 siap dijangkau , kalau ‘siap dituai’ sering kita dengar.
Klo yang motret Bang @Perkasa sampul buku jadi terlihat lebih indah daripada aslinya.
[08.43, 10/2/2026] Samsir: Siap dijangkau dengan background kopi?

[08.50, 10/2/2026] Rudy M: Mulai baca buku ini. Menemukan istilah menarik di hal 303 siap dijangkau , kalau ‘siap dituai’ sering kita dengar.
Wadduuh buku saya masih dibungkus plastik dng rapih sementara Wawan sdh baca sampai hal 303, mesti cari sontekan ni kejar ketertinggalan??
[09.08, 10/2/2026] Setya: Baca ringkasan b Wawan aja rasa udah cukup ?.
Biasanya --dari satu sisi-- buku itu menjelaskan apa yang sudah kita alami.. dan membuat kita makin kuat

[09.18, 10/2/2026] Guntara1: Baca ringkasan b Wawan aja rasa udah cukup .
Biasanya --dari satu sisi-- buku itu menjelaskan apa yang sudah kita alami.. dan membuat kita makin kuat
Belajar tentang keberagaman dan Local wisdom of: Cities, Communities, Families and personals.
[09.28, 10/2/2026] Efer: Terima kasih Om, bacaan menarik pagi ini,

[09.43, 10/2/2026] ~Listiorini~: Belajar tentang keberagaman dan Local wisdom of: Cities, Communities, Families and personals.
Kalau diantara kita ada yg suka & bisa menuliskan hal2 tsb di areanya atau area Jabodetabek pasti akan sangat membantu generasi mndatang.
Atau kompilasi dr tiap lokal dlm 1-2?kalimat pendek/paragraf.
[09.59, 10/2/2026] Perkasa: Posting saya ‘mulai baca buku dst’ sdh hal 303 karena saya baca dr belakang ke depan?.
Lihat daftar isi ternyata ada 6 critical factor (sdh sering dengar tapi ngak tahu kontennya) di belakang jadi baca dr belakang . ?

[10.10, 10/2/2026] Rudy M: Posting saya ‘mulai baca buku dst’ sdh hal 303 karena saya baca dr belakang ke depan.
Lihat daftar isi ternyata ada 6 critical factor (sdh sering dengar tapi ngak tahu kontennya) di belakang jadi baca dr belakang .
Wah strategi baca yg jarang sy dengar itu Wan, luar biasa ya baca dari bagian penutup terus maju kedepan? (mb List sdh pernah latihan jalan mundur?). Sy makin semangat utk baca buku ini, tapi mhn Wawan utk tdk bosan sesekali membagikan summary/penemuan2 dari yg kau baca ya, itu pasti sgt membantu. Khotbah pak Bulus jadi makin terasa 'indahnya' stlh Wawan bagikan 'penemuan dari sisi yg lbh lengkap'. Mauliate godang Wan??
[10.12, 10/2/2026] ~Listiorini~: Yg penting lagi adalah membacanya tetap dari kiri ke kanan bukan kanan ke kiri????

[10.17, 10/2/2026] Guntara1: Yg penting lagi adalah membacanya tetap dari kiri ke kanan bukan kanan ke kiri
juga jangan dari bawah ke atas...?

[10.38, 10/2/2026] ~Listiorini~: Ini tetap bisa dg naik lift?? kalau dari atas ke bawah itu yg membingungkan … pakai lift tapi kok ke bawah??
[11.26, 10/2/2026] Luhut Manurung:
bukunya menarik, menginspirasi dan praktikal; aku sampai tak bisa menahan diri lembur untuk baca speed reading sudah hampir 90%
terharu melihat Mr Lottis bersama bosnya Jim Petersen fokus membayar harga untuk melayani kampus di kota Curtibi dan Port Allegre Brazil

dalam satu bab;
keluarga Lottis ini menerima dengan senang hati
usulan satu pasangan muda yang mereka nikahkan
untuk tinggal di basement rumah pak Lottis.

usulan mengejutkan ini datangnya dari pasangan muda ini
dan jadilah dua pasangan keluarga berbagi dalam satu rumah selama setahun...

Luar biasa totalitas berbagi hidupnya pasangan Pak Lottis dan istrinya Carol.
Ndak kebayang bah...
(This post was last modified: 4 hours ago by admindis.)
(4 hours ago)admindis Wrote: [13.21, 10/2/2026] Ivan B: 

Terbiasa baca jurnal dan textbooks ??

[11.26, 10/2/2026] Luhut Manurung:
bukunya menarik, menginspirasi dan praktikal; aku sampai tak bisa menahan diri lembur untuk baca speed reading sudah hampir 90%



Users browsing this thread: 1 Guest(s)