<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[Material Navina - All Forums]]></title>
		<link>https://diskusi.kitanavina.id/</link>
		<description><![CDATA[Material Navina - https://diskusi.kitanavina.id]]></description>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 09:37:12 +0000</pubDate>
		<generator>MyBB</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[Ringkasan (Wawan)]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=19</link>
			<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 08:33:28 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=1">admindis</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=19</guid>
			<description><![CDATA[<img src="https://m.media-amazon.com/images/I/51tkGLhciBL._UF894,1000_QL80_.jpg" loading="lazy"  alt="[Image: 51tkGLhciBL._UF894,1000_QL80_.jpg]" class="mycode_img" /><br />
Buku "Living Proof" karya Jim Petersen adalah panduan praktis mengenai penginjilan relasional (lifestyle evangelism).<br />
<br />
Petersen menekankan bahwa membagikan iman Kristen bukan sekadar menyampaikan presentasi atau fakta teologis, melainkan membangun persahabatan yang tulus dan menjadi "bukti hidup" dari pesan yang disampaikan.<br />
Berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya:<br />
<br />
1. Penginjilan sebagai Proses, Bukan Acara<br />
Petersen berargumen bahwa banyak orang terjebak dalam pola pikir bahwa penginjilan adalah "transaksi" sekali jalan. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai proses jangka panjang. Seringkali dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi seseorang untuk berpindah dari ketidaktahuan total tentang Tuhan hingga menjadi pengikut Kristus.<br />
<br />
<br />
2. Membangun Jembatan Persahabatan<br />
Fokus utama buku ini adalah pentingnya keaslian (authenticity).<ul class="mycode_list"><li>Identifikasi: Kita harus masuk ke dalam dunia orang-orang yang belum mengenal Tuhan, memahami budaya mereka, dan menjadi sahabat tanpa agenda tersembunyi yang manipulatif.<br />
</li>
<li>Kasih yang Nyata: Orang lebih peduli pada seberapa besar kita peduli pada mereka sebelum mereka peduli pada apa yang kita ketahui.<br />
</li>
</ul>
<br />
3. Peran Alkitab dalam Diskusi<br />
Petersen menyarankan metode "Belajar Alkitab Bersama" daripada berkhotbah.<ul class="mycode_list"><li>Biarkan Alkitab yang berbicara sendiri.<br />
</li>
<li>Alih-alih mendikte jawaban, ajaklah teman untuk mengamati teks dan menemukan kebenaran secara mandiri. Ini menciptakan ruang yang aman bagi orang yang skeptis untuk bertanya.<br />
</li>
</ul>
<br />
4. Mengatasi Hambatan Budaya<br />
Banyak orang merasa jauh dari gereja bukan karena menolak Tuhan, melainkan karena hambatan budaya atau bahasa "keagamaan" yang sulit dimengerti. Buku ini mendorong kita untuk menggunakan bahasa sehari-hari dan menunjukkan bagaimana iman berfungsi di tengah kesulitan hidup yang nyata.<br />
<br />
5. Murid yang Menghasilkan Murid<br />
Tujuan akhirnya bukan sekadar "pertobatan," tetapi pemuridan. Petersen menekankan pentingnya mendampingi orang percaya baru agar mereka juga bisa melakukan hal yang sama kepada orang lain, menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan.<br />
Inti Pesannya: Dunia membutuhkan bukti bahwa Injil itu nyata, dan bukti itu adalah hidup kita yang telah diubahkan oleh kasih-Nya di tengah hubungan sehari-hari.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="https://m.media-amazon.com/images/I/51tkGLhciBL._UF894,1000_QL80_.jpg" loading="lazy"  alt="[Image: 51tkGLhciBL._UF894,1000_QL80_.jpg]" class="mycode_img" /><br />
Buku "Living Proof" karya Jim Petersen adalah panduan praktis mengenai penginjilan relasional (lifestyle evangelism).<br />
<br />
Petersen menekankan bahwa membagikan iman Kristen bukan sekadar menyampaikan presentasi atau fakta teologis, melainkan membangun persahabatan yang tulus dan menjadi "bukti hidup" dari pesan yang disampaikan.<br />
Berikut adalah ringkasan poin-poin utamanya:<br />
<br />
1. Penginjilan sebagai Proses, Bukan Acara<br />
Petersen berargumen bahwa banyak orang terjebak dalam pola pikir bahwa penginjilan adalah "transaksi" sekali jalan. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai proses jangka panjang. Seringkali dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi seseorang untuk berpindah dari ketidaktahuan total tentang Tuhan hingga menjadi pengikut Kristus.<br />
<br />
<br />
2. Membangun Jembatan Persahabatan<br />
Fokus utama buku ini adalah pentingnya keaslian (authenticity).<ul class="mycode_list"><li>Identifikasi: Kita harus masuk ke dalam dunia orang-orang yang belum mengenal Tuhan, memahami budaya mereka, dan menjadi sahabat tanpa agenda tersembunyi yang manipulatif.<br />
</li>
<li>Kasih yang Nyata: Orang lebih peduli pada seberapa besar kita peduli pada mereka sebelum mereka peduli pada apa yang kita ketahui.<br />
</li>
</ul>
<br />
3. Peran Alkitab dalam Diskusi<br />
Petersen menyarankan metode "Belajar Alkitab Bersama" daripada berkhotbah.<ul class="mycode_list"><li>Biarkan Alkitab yang berbicara sendiri.<br />
</li>
<li>Alih-alih mendikte jawaban, ajaklah teman untuk mengamati teks dan menemukan kebenaran secara mandiri. Ini menciptakan ruang yang aman bagi orang yang skeptis untuk bertanya.<br />
</li>
</ul>
<br />
4. Mengatasi Hambatan Budaya<br />
Banyak orang merasa jauh dari gereja bukan karena menolak Tuhan, melainkan karena hambatan budaya atau bahasa "keagamaan" yang sulit dimengerti. Buku ini mendorong kita untuk menggunakan bahasa sehari-hari dan menunjukkan bagaimana iman berfungsi di tengah kesulitan hidup yang nyata.<br />
<br />
5. Murid yang Menghasilkan Murid<br />
Tujuan akhirnya bukan sekadar "pertobatan," tetapi pemuridan. Petersen menekankan pentingnya mendampingi orang percaya baru agar mereka juga bisa melakukan hal yang sama kepada orang lain, menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan.<br />
Inti Pesannya: Dunia membutuhkan bukti bahwa Injil itu nyata, dan bukti itu adalah hidup kita yang telah diubahkan oleh kasih-Nya di tengah hubungan sehari-hari.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Resensi Buku oleh Sostenis Nggebu, M.Th.]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=18</link>
			<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 10:54:59 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=4">bayuprobo</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=18</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Gerakan yang Mengguncangkan Kota-kota</span></span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> </span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Identitas Buku</span><br />
<br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"><!-- start: postbit_attachments_attachment -->
<br /><!-- start: attachment_icon -->
<img src="https://diskusi.kitanavina.id/images/attachtypes/image.png" title="JPG Image" border="0" alt=".jpg" style="vertical-align: sub;" />
<!-- end: attachment_icon -->&nbsp;&nbsp;<a href="attachment.php?aid=6" target="_blank" title="">Gerakan yang Mengguncang Kota-kota Front Cover small.jpg</a> (Size: 185.16 KB / Downloads: 0)
<!-- end: postbit_attachments_attachment --> Judul: Gerakan yang Mengguncangkan Kota-kota</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Will This Rock ini Rio?</span></span> <br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">ISBN: 9789792483369</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Penulis: Ken Lottis</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Tahun: 2026</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Halaman: 336</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Penerbit: NavPress, Bandung</span><br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> </span></span><br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> </span></span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Santai bersama: Cavesinho</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> (<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">ayo, minum kopi</span>) sebagai sarana membuka percakapan dan mencairkan suasana. Ini ajakan yang penuh persahabatan atau mengakrabkan relasi. Selalu ada cerita tentang <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">cavesinho </span>dalam narasi Lottis. Ini bukan hanya sebuah tradisi dalam budaya Brasil yang gemar meneguk secangkir kopi. Tetapi ini menggambarkan kesediaan hati yang tulus agar dapat menyatu dengan kebiasaan orang-orang yang dijangkaunya. Ketika membangun hubungan dengan mahasiswa, <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">cavesinho</span> sebagai pengikat yang alamiah, mereka bisa tertawa dan bebas berdiskusi apa saja, termasuk isi Alkitab.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Mengenal pergumulan batin atau kebutuhan pribadi tiap sahabat barunya.</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> Sejumlah orang yang disebutkan namanya, Ken memaparkan watak mereka dengan sangat baik. Juga ia mengemukakan permasalahan mereka dan membawa mereka kembali kepada Alkitab. Seperti problema seorang pemuda tentang seks bebas. Ken membuka Alkitab dan meminta mahasiswa itu membaca firman Allah (1 Kor 6:12-20, lihat hlm 223-226). Mahasiswa itu mengambil komitmen untuk tidak melakukan “sesuatu” yang dianggap normal dalam budaya setempat.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Menghadapi banyak orang yang buta rohani. </span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Kitab Injil Yohanes menjadi sarana dalam membuka <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Domingao</span> (istilah untuk sharing bersama di akhir pekan). Alasannya bahwa Lottis hendak membawa pemikiran orang-orang berlatar belakang Katolik untuk mengenal Yesus (lihat 272-273). Orang-orang Katolik selalu mengucapkan “Anak Domba Allah menghapus dosa dunia, ampunilah kami.” Mereka mengucapkan tanpa mengenal siapa Dia atau tahu sumbernya dari mana? Seorang pria yang pernah studi iman dan teologi di Eropa yang membaca ayat in; ia sangat kaget, bahwa ternyata ayat tersebut bersumber dari Alkitab dan barulah ia sadar bahwa itu adalah Yesus (Yoh 1:29). Ini pemahaman baru bagi teolog yang buta rohani itu. Ia makin tertarik ikut <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Domingao</span>. Betapa banyak orang seperti bapak tersebut di sekitar kita!</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Menolong Mario secara total.</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> Dalam pasal 24, Ken mempertaruhkan pengurbanan yang berharga dalam menolong Mario yang menderita kanker hingga akhir hayatnya. Membawa Mario ke dokter, lalu terbang bersamanya ke USA untuk perawatan penyakit kanker yang dideritanya. Hari-hari terakhir Mario berjuang dengan kanker, Kent selalu hadir. Menyaksikan anak rohaninya mengembuskan napas terakhir. Dan, bahkan memakamkannya juga. Narasi ini sungguh mendebarkan hati. Ken memperlihatkan diri sebagai orangtua rohani dan juga sebagai seorang hamba melayani secara total. Dia telah melakukan yang berbaik bagi Mario, melampaui batas. Luar biasa!!</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Gairah bersekutu dalam Allelon.</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> Ken sangat kreatif dalam mengemukakan suatu konsep dan menarasikannya (209-219). Apa itu <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Allelon</span>? Kata ini berarti “satu sama lain” (<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">one another</span>). Dalam merintis PA di pasangan muda yang terdiri dari lima orang disebut Kelompok 5 A. Dalam kelompok ini, Ken menekankan bahwa mereka harus saling mengasihi, mengenal, rela berbagi dan menerima (tanpa menghakimi jika ada yang berbagi suatu yang beban yang mengganjal dalam hati). Yang lain harus menerima dan mendoakan. Itulah artinya makna satu sama lain. Masalah seseorang menjadi masalah kita bersama: mari mendoakannya! Kelompok LIMA A tersebut ternyata menjadi virus yang mengguncangkan Rio. Inilah inti dari buku Lottis. Kelompok LIMA A mulai menular dan menyebar dari mulut ke mulut. Dahsyat menang karya Tuhan kita Yesus Kristus. </span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Mendampingi alumni tanpa pamrih.</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> Lottis bercerita tentang upaya menolong empat mahasiswa/alumni untuk mencari pekerjaan magang di Sao Paulo (hlm. 157-166). Ia selama seminggu menyetir berjam-jam ke kota itu; menghadapi macet yang keterlaluan; menunggu mereka melamar dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Adakalanya mereka ditolak di depan pintu pagar. Lottis sabar menemani dan berjuang bersama demi masa depan anak-anak rohaninya dan yang lebih penting bagi masa depan Navigator di Brasil. Dedikasi ini sebagai harga mahal yang dibayar dalam merintis pelayanan! Situasi ini mirip dengan pengalaman banyak hamba-hamba Tuhan di Navina juga.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Menulis di Masa Tua</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">. Ken yang sempat dicurigai sebagai agen CIA ini mengatakan bahwa ia menulis buku ini di usia 73 tahun—angka yang sama persis usia ayahnya meninggal (hlm 155). Suatu gambaran realis demi mengenang sang ayah. Saya sejak awal berpikir apa yang menjadi sumber dari buku? Ingatan yang kuatkah? Ternyata di bagian-bagian akhir terkuak sumber penulis buku ini berdasarkan jurnal pribadi yang tersimpan rapi dalam amplop manila sehingga mudah ditemukan. Luar biasa. Pentingnya mengarsipkan dokumen atau catatan pribadi atau surat doa. Semua ini tidak asing bagi orang Navigator. Jadi inspirasinya, tiap Staf Navina bisa memunculkan sebuah catatan perjalanan imannya sebagai kenang-kenangan untuk generasi berikutnya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Bagaikan Steger</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">. Steger sangat familiar di kalangan tukang (hlm 282), yang dipasang pada waktu pembangunan rumah atau bangunan atau apa saja. Tetapi jika sudah rampung harus dibongkar. Ken dan Carol meyakini dengan damai agar melepaskan steger di Curitiba untuk “pergi” (bukan pulang) ke USA untuk memulai pelayanan baru. Dan, rupanya Tuhan sudah menyiapkan jalan bagi mereka seperti surat yang dikirim oleh Bob Sheffield untuk menawarkan tugas baru. Menakjubkan sekali, Tuhan menuntun kehidupan Ken dan sang istri secara realis. </span><br />
<br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Tiada gading tanpa retak. Buku ini sangat baik sekali terjemahannya, juga layout dan pemilihan font yang tidak melelahkan mata. Satu kekurangannya adalah tiada daftar istilah. Sebenarnya dibutuhkan untuk mengelompokkan banyak istilah bahasa Portugis dan Spanyol. Seandainya sudah tersusun di halaman awal, maka akan memudahkan pembaca cepat melihat kembali istilah tersebut. Salah satunya istilah sering digunakan di halaman-halaman akhir, yakni: <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">turma, komunitas pengikut Yesus </span>(hlm. 163).</span><br />
<br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Pencapaian dalam karya Lottis mewariskan nilai implikasi bagi komunitas Navina adalah bahwa merintis pelayanan yang berdampak besar menuntut pengurbanan yang bersifat total, personal, dan melampaui batas-batas tugas formal. Sebagaimana filosofi <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">cavesinho</span> dan <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">steger</span>, setiap anggota komunitas diajak untuk memiliki kesediaan hati dalam menyatu dengan budaya lokal, berani menginvestasikan waktu serta sumber daya secara tulus demi pergumulan pribadi orang lain—seperti yang ditunjukkan Ken saat menolong Mario—serta menjaga semangat <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Allelon</span> (saling mengasihi) sebagai fondasi gerakan yang organik. Dedikasi tanpa pamrih dalam mendampingi orang lain, ketekunan mengarsipkan jejak iman dalam jurnal, dan kerelaan untuk "dilepaskan" demi pertumbuhan pelayanan baru menjadi teladan konkret bahwa setiap harga yang dibayar dalam pelayanan adalah investasi kekal bagi lahirnya generasi penerus yang tangguh.</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Selamat menikmati buku terbaik hasil karya NavPress Indonesia di awal tahun 2026 ini! (Sostenis Nggebu, Staf Nav Bandung).</span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Gerakan yang Mengguncangkan Kota-kota</span></span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> </span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Identitas Buku</span><br />
<br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"><!-- start: postbit_attachments_attachment -->
<br /><!-- start: attachment_icon -->
<img src="https://diskusi.kitanavina.id/images/attachtypes/image.png" title="JPG Image" border="0" alt=".jpg" style="vertical-align: sub;" />
<!-- end: attachment_icon -->&nbsp;&nbsp;<a href="attachment.php?aid=6" target="_blank" title="">Gerakan yang Mengguncang Kota-kota Front Cover small.jpg</a> (Size: 185.16 KB / Downloads: 0)
<!-- end: postbit_attachments_attachment --> Judul: Gerakan yang Mengguncangkan Kota-kota</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Will This Rock ini Rio?</span></span> <br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">ISBN: 9789792483369</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Penulis: Ken Lottis</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Tahun: 2026</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Halaman: 336</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Penerbit: NavPress, Bandung</span><br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> </span></span><br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> </span></span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Santai bersama: Cavesinho</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> (<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">ayo, minum kopi</span>) sebagai sarana membuka percakapan dan mencairkan suasana. Ini ajakan yang penuh persahabatan atau mengakrabkan relasi. Selalu ada cerita tentang <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">cavesinho </span>dalam narasi Lottis. Ini bukan hanya sebuah tradisi dalam budaya Brasil yang gemar meneguk secangkir kopi. Tetapi ini menggambarkan kesediaan hati yang tulus agar dapat menyatu dengan kebiasaan orang-orang yang dijangkaunya. Ketika membangun hubungan dengan mahasiswa, <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">cavesinho</span> sebagai pengikat yang alamiah, mereka bisa tertawa dan bebas berdiskusi apa saja, termasuk isi Alkitab.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Mengenal pergumulan batin atau kebutuhan pribadi tiap sahabat barunya.</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> Sejumlah orang yang disebutkan namanya, Ken memaparkan watak mereka dengan sangat baik. Juga ia mengemukakan permasalahan mereka dan membawa mereka kembali kepada Alkitab. Seperti problema seorang pemuda tentang seks bebas. Ken membuka Alkitab dan meminta mahasiswa itu membaca firman Allah (1 Kor 6:12-20, lihat hlm 223-226). Mahasiswa itu mengambil komitmen untuk tidak melakukan “sesuatu” yang dianggap normal dalam budaya setempat.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Menghadapi banyak orang yang buta rohani. </span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Kitab Injil Yohanes menjadi sarana dalam membuka <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Domingao</span> (istilah untuk sharing bersama di akhir pekan). Alasannya bahwa Lottis hendak membawa pemikiran orang-orang berlatar belakang Katolik untuk mengenal Yesus (lihat 272-273). Orang-orang Katolik selalu mengucapkan “Anak Domba Allah menghapus dosa dunia, ampunilah kami.” Mereka mengucapkan tanpa mengenal siapa Dia atau tahu sumbernya dari mana? Seorang pria yang pernah studi iman dan teologi di Eropa yang membaca ayat in; ia sangat kaget, bahwa ternyata ayat tersebut bersumber dari Alkitab dan barulah ia sadar bahwa itu adalah Yesus (Yoh 1:29). Ini pemahaman baru bagi teolog yang buta rohani itu. Ia makin tertarik ikut <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Domingao</span>. Betapa banyak orang seperti bapak tersebut di sekitar kita!</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Menolong Mario secara total.</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> Dalam pasal 24, Ken mempertaruhkan pengurbanan yang berharga dalam menolong Mario yang menderita kanker hingga akhir hayatnya. Membawa Mario ke dokter, lalu terbang bersamanya ke USA untuk perawatan penyakit kanker yang dideritanya. Hari-hari terakhir Mario berjuang dengan kanker, Kent selalu hadir. Menyaksikan anak rohaninya mengembuskan napas terakhir. Dan, bahkan memakamkannya juga. Narasi ini sungguh mendebarkan hati. Ken memperlihatkan diri sebagai orangtua rohani dan juga sebagai seorang hamba melayani secara total. Dia telah melakukan yang berbaik bagi Mario, melampaui batas. Luar biasa!!</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Gairah bersekutu dalam Allelon.</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> Ken sangat kreatif dalam mengemukakan suatu konsep dan menarasikannya (209-219). Apa itu <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Allelon</span>? Kata ini berarti “satu sama lain” (<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">one another</span>). Dalam merintis PA di pasangan muda yang terdiri dari lima orang disebut Kelompok 5 A. Dalam kelompok ini, Ken menekankan bahwa mereka harus saling mengasihi, mengenal, rela berbagi dan menerima (tanpa menghakimi jika ada yang berbagi suatu yang beban yang mengganjal dalam hati). Yang lain harus menerima dan mendoakan. Itulah artinya makna satu sama lain. Masalah seseorang menjadi masalah kita bersama: mari mendoakannya! Kelompok LIMA A tersebut ternyata menjadi virus yang mengguncangkan Rio. Inilah inti dari buku Lottis. Kelompok LIMA A mulai menular dan menyebar dari mulut ke mulut. Dahsyat menang karya Tuhan kita Yesus Kristus. </span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Mendampingi alumni tanpa pamrih.</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font"> Lottis bercerita tentang upaya menolong empat mahasiswa/alumni untuk mencari pekerjaan magang di Sao Paulo (hlm. 157-166). Ia selama seminggu menyetir berjam-jam ke kota itu; menghadapi macet yang keterlaluan; menunggu mereka melamar dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Adakalanya mereka ditolak di depan pintu pagar. Lottis sabar menemani dan berjuang bersama demi masa depan anak-anak rohaninya dan yang lebih penting bagi masa depan Navigator di Brasil. Dedikasi ini sebagai harga mahal yang dibayar dalam merintis pelayanan! Situasi ini mirip dengan pengalaman banyak hamba-hamba Tuhan di Navina juga.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Menulis di Masa Tua</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">. Ken yang sempat dicurigai sebagai agen CIA ini mengatakan bahwa ia menulis buku ini di usia 73 tahun—angka yang sama persis usia ayahnya meninggal (hlm 155). Suatu gambaran realis demi mengenang sang ayah. Saya sejak awal berpikir apa yang menjadi sumber dari buku? Ingatan yang kuatkah? Ternyata di bagian-bagian akhir terkuak sumber penulis buku ini berdasarkan jurnal pribadi yang tersimpan rapi dalam amplop manila sehingga mudah ditemukan. Luar biasa. Pentingnya mengarsipkan dokumen atau catatan pribadi atau surat doa. Semua ini tidak asing bagi orang Navigator. Jadi inspirasinya, tiap Staf Navina bisa memunculkan sebuah catatan perjalanan imannya sebagai kenang-kenangan untuk generasi berikutnya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i"><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Bagaikan Steger</span></span><span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">. Steger sangat familiar di kalangan tukang (hlm 282), yang dipasang pada waktu pembangunan rumah atau bangunan atau apa saja. Tetapi jika sudah rampung harus dibongkar. Ken dan Carol meyakini dengan damai agar melepaskan steger di Curitiba untuk “pergi” (bukan pulang) ke USA untuk memulai pelayanan baru. Dan, rupanya Tuhan sudah menyiapkan jalan bagi mereka seperti surat yang dikirim oleh Bob Sheffield untuk menawarkan tugas baru. Menakjubkan sekali, Tuhan menuntun kehidupan Ken dan sang istri secara realis. </span><br />
<br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Tiada gading tanpa retak. Buku ini sangat baik sekali terjemahannya, juga layout dan pemilihan font yang tidak melelahkan mata. Satu kekurangannya adalah tiada daftar istilah. Sebenarnya dibutuhkan untuk mengelompokkan banyak istilah bahasa Portugis dan Spanyol. Seandainya sudah tersusun di halaman awal, maka akan memudahkan pembaca cepat melihat kembali istilah tersebut. Salah satunya istilah sering digunakan di halaman-halaman akhir, yakni: <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">turma, komunitas pengikut Yesus </span>(hlm. 163).</span><br />
<br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Pencapaian dalam karya Lottis mewariskan nilai implikasi bagi komunitas Navina adalah bahwa merintis pelayanan yang berdampak besar menuntut pengurbanan yang bersifat total, personal, dan melampaui batas-batas tugas formal. Sebagaimana filosofi <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">cavesinho</span> dan <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">steger</span>, setiap anggota komunitas diajak untuk memiliki kesediaan hati dalam menyatu dengan budaya lokal, berani menginvestasikan waktu serta sumber daya secara tulus demi pergumulan pribadi orang lain—seperti yang ditunjukkan Ken saat menolong Mario—serta menjaga semangat <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Allelon</span> (saling mengasihi) sebagai fondasi gerakan yang organik. Dedikasi tanpa pamrih dalam mendampingi orang lain, ketekunan mengarsipkan jejak iman dalam jurnal, dan kerelaan untuk "dilepaskan" demi pertumbuhan pelayanan baru menjadi teladan konkret bahwa setiap harga yang dibayar dalam pelayanan adalah investasi kekal bagi lahirnya generasi penerus yang tangguh.</span><br />
<span style="font-family: Cambria, serif;" class="mycode_font">Selamat menikmati buku terbaik hasil karya NavPress Indonesia di awal tahun 2026 ini! (Sostenis Nggebu, Staf Nav Bandung).</span>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Penginjilan DAN Hidup-Memuridkan di Antara Yang Terhilang]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=17</link>
			<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 18:11:18 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=1">admindis</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=17</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Seven Complementary Dynamics Part II: Evangelism and Living-Discipling Among the Lost</span>, <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Alan Ch'ng</span><br />
<br />
Ketika kita melihat bagaimana Injil berkembang dalam Perjanjian Baru, kita melihat dua gerakan yang saling melengkapi. Yang pertama adalah pergi kepada orang-orang yang berbeda dari kita —apa yang dapat kita sebut sebagai upaya kerasulan. Yang kedua adalah hidup di tengah-tengah —pertumbuhan organik Injil melalui hubungan lokal, alami, dan keluarga.<br />
<br />
Pelayanan Paulus memberi kita gambaran yang indah tentang keduanya. Dia dan timnya pergi ke tempat-tempat baru dan orang-orang baru, seringkali dimulai di sinagoge tempat orang Yahudi dan orang Yunani yang "takut akan Tuhan" berkumpul. Dia mencari orang-orang yang sudah mencari Tuhan. Tetapi di setiap tempat, dia juga meninggalkan generasi keluarga dan individu yang menjadi landasan, yang pada gilirannya akan membawa Injil ke komunitas mereka sendiri.<br />
<br />
Ambil contoh Epafras. Paulus sendiri tidak pernah mengunjungi Kolose, namun Injil berkembang di sana. Epafras, salah satu penduduk setempat, mungkin bertemu Kristus saat berada di Efesus, mungkin karena urusan bisnis atau keagamaan. Kemudian ia membawa kabar baik itu pulang, dan komunitas-komunitas orang percaya baru pun muncul. Pada saat Paulus menulis suratnya kepada jemaat di Kolose, Injil sudah "berbuah dan berkembang di seluruh dunia," dan Kolose adalah salah satu contohnya.<br />
<br />
Pelayanan Epaphras tidak berhenti sampai di situ. Paulus kemudian memujinya sebagai seseorang yang “bekerja keras untukmu dan untuk orang-orang di Laodikia dan Hierapolis.” Kota-kota tetangga ini kemungkinan besar mengalami limpahan kehidupan Injil dari Kolose melalui ikatan keluarga, persahabatan, dan hubungan di sekitarnya.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Jadi, ketika kita memikirkan bagaimana Injil disebarkan, baik "pergi ke" maupun "hidup di tengah-tengah" sangatlah penting.</span> Keduanya adalah cara penginjilan yang efektif. Terkadang kita membandingkannya seolah-olah salah satu lebih baik daripada yang lain, tetapi sebenarnya keduanya saling melengkapi.<br />
<br />
Ada juga persepsi di mana kita membayangkan "pergi ke" sebagai pernyataan yang lantang atau ketidakpekaan. Ketika Paulus pergi ke Tesalonika, pendekatannya adalah, "Kamu tahu bagaimana kami hidup di antara kamu demi kamu." Dia tidak hanya membagikan pesan, tetapi juga hidupnya sendiri. "Kami sangat mengasihi kamu sehingga kami senang membagikan kepadamu bukan hanya Injil Allah, tetapi juga hidup kami."<br />
<br />
Di sisi lain, kita mungkin menganggap "hidup di tengah-tengah" sebagai sesuatu yang pasif; hanya berhubungan dan bersikap baik. Petrus menasihati orang-orang yang kepadanya ia menulis, dengan mengatakan, "Hiduplah dengan baik di antara bangsa-bangsa kafir, supaya meskipun mereka menuduh kamu berbuat salah, mereka melihat perbuatan baikmu dan memuliakan Allah." Dan kemudian ia menambahkan, "Bersiaplah selalu untuk memberi jawaban tentang pengharapan yang ada di dalam kamu." Hidup sebagai murid berarti hidup kita berbicara, tetapi kata-kata kita menjelaskan pengharapan di baliknya.<br />
<br />
Kolose 4 menggambarkan kedua dinamika tersebut dengan indah. Paulus berkata,<br />
<br />
“Bertekunlah dalam doa… dan doakanlah kami juga, agar Tuhan membukakan pintu bagi pesan kami.” Itulah "pergi ke".<br />
<br />
Lalu, “Bersikaplah bijaksana dalam cara kamu bertindak terhadap orang luar… hendaklah percakapanmu selalu penuh dengan kasih karunia.” Itulah "hidup di tengah-tengah".<br />
<br />
Dalam konteks kita, dinamika ini terwujud secara berbeda. Di kampus-kampus universitas, misalnya, kita memiliki arus mahasiswa baru yang terus-menerus—ribuan setiap tahun. Di sana kita mulai dengan mengajukan pertanyaan, menemukan siapa yang terbuka secara spiritual, dan mengundang mereka untuk mengikuti studi Alkitab yang mendalam. Tetapi ketika mahasiswa lulus, tantangan mereka berubah. Sekarang mereka harus belajar hidup di tengah-tengah dengan berusaha menjadi saksi yang efektif di tempat kerja, lingkungan, dan keluarga.<br />
<br />
Anda tidak bisa begitu saja melakukan survei minat spiritual di kantor Anda! Di sana, hidup Anda sendiri menjadi pesannya. Namun keduanya tetap penting: "berada/pergi dengan suatu maksud" dan "hidup yang setia/benar".<br />
<br />
Saat saya mengunjungi berbagai pelayanan, saya mencari dua tanda kesehatan ini:<br />
<ol type="1" class="mycode_list"><li>Apakah ada upaya kerasulan dalam penginjilan—seseorang yang pergi ke tempat-tempat baru dan kelompok-kelompok masyarakat baru?<br />
</li>
<li>Apakah ada pertumbuhan organik —orang percaya yang menghidupi dan membagikan Injil melalui keluarga dan jaringan relasional?<br />
</li>
</ol>
<br />
Keduanya adalah bagian dari DNA Navigator kami. Kristus dinyatakan dan diperlihatkan. Kata-kata itu masih mencerminkan inti dari penginjilan hingga hari ini: Kata-kata dan Kehidupan, bersama-sama.<br />
<br />
Ketika inisiatif kerasulan hilang, kita tidak melihat Injil menembus lahan baru di antara kelompok-kelompok masyarakat baru. Ketika pertumbuhan organik kurang, kita mungkin kehilangan dampak lintas generasi yang dibawa oleh Injil. Tetapi bersama-sama—pergi dan hidup—Injil berkembang secara alami dan penuh kuasa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Seven Complementary Dynamics Part II: Evangelism and Living-Discipling Among the Lost</span>, <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Alan Ch'ng</span><br />
<br />
Ketika kita melihat bagaimana Injil berkembang dalam Perjanjian Baru, kita melihat dua gerakan yang saling melengkapi. Yang pertama adalah pergi kepada orang-orang yang berbeda dari kita —apa yang dapat kita sebut sebagai upaya kerasulan. Yang kedua adalah hidup di tengah-tengah —pertumbuhan organik Injil melalui hubungan lokal, alami, dan keluarga.<br />
<br />
Pelayanan Paulus memberi kita gambaran yang indah tentang keduanya. Dia dan timnya pergi ke tempat-tempat baru dan orang-orang baru, seringkali dimulai di sinagoge tempat orang Yahudi dan orang Yunani yang "takut akan Tuhan" berkumpul. Dia mencari orang-orang yang sudah mencari Tuhan. Tetapi di setiap tempat, dia juga meninggalkan generasi keluarga dan individu yang menjadi landasan, yang pada gilirannya akan membawa Injil ke komunitas mereka sendiri.<br />
<br />
Ambil contoh Epafras. Paulus sendiri tidak pernah mengunjungi Kolose, namun Injil berkembang di sana. Epafras, salah satu penduduk setempat, mungkin bertemu Kristus saat berada di Efesus, mungkin karena urusan bisnis atau keagamaan. Kemudian ia membawa kabar baik itu pulang, dan komunitas-komunitas orang percaya baru pun muncul. Pada saat Paulus menulis suratnya kepada jemaat di Kolose, Injil sudah "berbuah dan berkembang di seluruh dunia," dan Kolose adalah salah satu contohnya.<br />
<br />
Pelayanan Epaphras tidak berhenti sampai di situ. Paulus kemudian memujinya sebagai seseorang yang “bekerja keras untukmu dan untuk orang-orang di Laodikia dan Hierapolis.” Kota-kota tetangga ini kemungkinan besar mengalami limpahan kehidupan Injil dari Kolose melalui ikatan keluarga, persahabatan, dan hubungan di sekitarnya.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Jadi, ketika kita memikirkan bagaimana Injil disebarkan, baik "pergi ke" maupun "hidup di tengah-tengah" sangatlah penting.</span> Keduanya adalah cara penginjilan yang efektif. Terkadang kita membandingkannya seolah-olah salah satu lebih baik daripada yang lain, tetapi sebenarnya keduanya saling melengkapi.<br />
<br />
Ada juga persepsi di mana kita membayangkan "pergi ke" sebagai pernyataan yang lantang atau ketidakpekaan. Ketika Paulus pergi ke Tesalonika, pendekatannya adalah, "Kamu tahu bagaimana kami hidup di antara kamu demi kamu." Dia tidak hanya membagikan pesan, tetapi juga hidupnya sendiri. "Kami sangat mengasihi kamu sehingga kami senang membagikan kepadamu bukan hanya Injil Allah, tetapi juga hidup kami."<br />
<br />
Di sisi lain, kita mungkin menganggap "hidup di tengah-tengah" sebagai sesuatu yang pasif; hanya berhubungan dan bersikap baik. Petrus menasihati orang-orang yang kepadanya ia menulis, dengan mengatakan, "Hiduplah dengan baik di antara bangsa-bangsa kafir, supaya meskipun mereka menuduh kamu berbuat salah, mereka melihat perbuatan baikmu dan memuliakan Allah." Dan kemudian ia menambahkan, "Bersiaplah selalu untuk memberi jawaban tentang pengharapan yang ada di dalam kamu." Hidup sebagai murid berarti hidup kita berbicara, tetapi kata-kata kita menjelaskan pengharapan di baliknya.<br />
<br />
Kolose 4 menggambarkan kedua dinamika tersebut dengan indah. Paulus berkata,<br />
<br />
“Bertekunlah dalam doa… dan doakanlah kami juga, agar Tuhan membukakan pintu bagi pesan kami.” Itulah "pergi ke".<br />
<br />
Lalu, “Bersikaplah bijaksana dalam cara kamu bertindak terhadap orang luar… hendaklah percakapanmu selalu penuh dengan kasih karunia.” Itulah "hidup di tengah-tengah".<br />
<br />
Dalam konteks kita, dinamika ini terwujud secara berbeda. Di kampus-kampus universitas, misalnya, kita memiliki arus mahasiswa baru yang terus-menerus—ribuan setiap tahun. Di sana kita mulai dengan mengajukan pertanyaan, menemukan siapa yang terbuka secara spiritual, dan mengundang mereka untuk mengikuti studi Alkitab yang mendalam. Tetapi ketika mahasiswa lulus, tantangan mereka berubah. Sekarang mereka harus belajar hidup di tengah-tengah dengan berusaha menjadi saksi yang efektif di tempat kerja, lingkungan, dan keluarga.<br />
<br />
Anda tidak bisa begitu saja melakukan survei minat spiritual di kantor Anda! Di sana, hidup Anda sendiri menjadi pesannya. Namun keduanya tetap penting: "berada/pergi dengan suatu maksud" dan "hidup yang setia/benar".<br />
<br />
Saat saya mengunjungi berbagai pelayanan, saya mencari dua tanda kesehatan ini:<br />
<ol type="1" class="mycode_list"><li>Apakah ada upaya kerasulan dalam penginjilan—seseorang yang pergi ke tempat-tempat baru dan kelompok-kelompok masyarakat baru?<br />
</li>
<li>Apakah ada pertumbuhan organik —orang percaya yang menghidupi dan membagikan Injil melalui keluarga dan jaringan relasional?<br />
</li>
</ol>
<br />
Keduanya adalah bagian dari DNA Navigator kami. Kristus dinyatakan dan diperlihatkan. Kata-kata itu masih mencerminkan inti dari penginjilan hingga hari ini: Kata-kata dan Kehidupan, bersama-sama.<br />
<br />
Ketika inisiatif kerasulan hilang, kita tidak melihat Injil menembus lahan baru di antara kelompok-kelompok masyarakat baru. Ketika pertumbuhan organik kurang, kita mungkin kehilangan dampak lintas generasi yang dibawa oleh Injil. Tetapi bersama-sama—pergi dan hidup—Injil berkembang secara alami dan penuh kuasa.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Alumni di LN dan Gerakan]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=15</link>
			<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 10:03:55 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=2">setylist</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=15</guid>
			<description><![CDATA[Sudah tampak beberapa tahun terakhir, khususnya beberapa bulan doa terakhir, bagaimana rekan-rekan alumni di LN (baik temporer/kuliah atau lebih permanen/bekerja) adalah alat Tuhan yang luar biasa untuk mengasihi bangsa-bangsa. Kesempatan yang tiada duanya, atau sangat berharga, sulit digantikan dengan cara lain. <br />
<br />
Seperti renungan terakhir dari bang Maraden di ruang doa tanggal 8 Feb. Malang melintang di Amerika dalam karir, dan sudah hampir bisa dipastikan akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Ada pelajaran-pelajaran menarik dan tuntunan Tuhan yang keren.<br />
<br />
Akan didalami lebih lanjut ke depan akan seperti apa, dan apa peran Navina.  <img src="https://diskusi.kitanavina.id/images/smilies/heart.png" alt="Heart" title="Heart" class="smilie smilie_16" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Sudah tampak beberapa tahun terakhir, khususnya beberapa bulan doa terakhir, bagaimana rekan-rekan alumni di LN (baik temporer/kuliah atau lebih permanen/bekerja) adalah alat Tuhan yang luar biasa untuk mengasihi bangsa-bangsa. Kesempatan yang tiada duanya, atau sangat berharga, sulit digantikan dengan cara lain. <br />
<br />
Seperti renungan terakhir dari bang Maraden di ruang doa tanggal 8 Feb. Malang melintang di Amerika dalam karir, dan sudah hampir bisa dipastikan akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Ada pelajaran-pelajaran menarik dan tuntunan Tuhan yang keren.<br />
<br />
Akan didalami lebih lanjut ke depan akan seperti apa, dan apa peran Navina.  <img src="https://diskusi.kitanavina.id/images/smilies/heart.png" alt="Heart" title="Heart" class="smilie smilie_16" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hari ke-5. Hambatan Terbesar dalam Penggalangan Dana]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=14</link>
			<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 15:38:04 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=4">bayuprobo</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=14</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Waktu aku merasa takut, aku percaya kepada-Mu. Kepada Allah yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?</span></span><br />
</span><br />
<div style="text-align: right;" class="mycode_align"><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #666666;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Mazmur 56:4-5</span></span></span></div>
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Apa yang dikatakan para pekerja misi di seluruh dunia sebagai hambatan terbesar dalam menggalang dukungan?</span></span></span><br />
<ul class="mycode_list"><li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Kurangnya kontak?</span></span></span><br />
</li>
<li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Kurangnya waktu?</span></span></span><br />
</li>
<li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Ekonomi yang buruk?</span></span></span><br />
</li>
</ul>
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Sebenarnya, bukan salah satu dari itu. Para pekerja misi mengatakan hambatan terbesar adalah rasa takut—takut ditolak, takut gagal, dan takut menghancurkan persahabatan.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Inilah paradoksnya. Para misionaris dipanggil oleh Allah untuk melakukan pelayanan rohani yang berani. Orang-orang mencari kekuatan dari kita. Beranikah kita mengakui bahwa kita takut?</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Saya menemukan bagian Alkitab hari ini selama penugasan pelayanan pertama kami di Iowa City. Saya sedang duduk di meja dapur melakukan studi Alkitab tentang “Ketakutan.” Tiba-tiba sebuah pikiran terlintas di benak saya, Scott, kamu adalah orang yang penakut. Saya? Tidak mungkin. Aku adalah duta Kristus yang berani di dunia kafir!</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Namun pikiran itu terus berlanjut.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Kemudian saya melihat kata pertama dari bagian bacaan hari ini: “Waktu.” </span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font"><span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Waktu aku merasa takut, bukan jika aku takut</span></span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">. Bahkan Daud, pemazmur yang saleh, mengakui bahwa ia memiliki ketakutan. Perlahan, saya mengakui ketakutan saya. Saya menuliskannya satu per satu, termasuk nama-nama orang-orang yang menakutkan.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Setelah mengakui ketakutannya, Daud berkata, “... aku percaya kepada-Mu.” Tetapi "Percaya kepada Allah" adalah klise. Apakah itu berarti bahwa Allah tidak akan membiarkan hal-hal buruk terjadi? Hampir dengan nada bercanda, Daud menambahkan, “Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Pada pertemuan penggalangan dana Anda, akankah calon mitra pemberi Anda melemparkan </span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font"><span style="font-style: italic;" class="mycode_i">latte</span></span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">-nya kepada Anda? Tidak, tetapi bahkan jika ia melakukannya, Allah tetap bersama Anda! Kepercayaan kita ada pada Allah yang berdaulat, tidak peduli bagaimana kita diperlakukan.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Salah satu gejala ketakutan batin adalah mendengarkan kebohongan yang merusak. Kita berbisik pada diri sendiri:</span></span></span><br />
<ul class="mycode_list"><li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">“Siapa yang mau mendukungku? Tidak ada!”</span></span></span><br />
</li>
<li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">“Dia ibu tunggal, dia tidak mampu memberi.”</span></span></span><br />
</li>
<li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">“Orang-orang sebenarnya tidak menyukaiku.”</span></span></span><br />
</li>
</ul>
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Sebelum bergabung dengan pelayanan, saya bekerja di sebuah surat kabar menjual iklan. Salah satu klien saya adalah Ralph's Grocery, dan Ralph telah menjadi teman saya. Tetapi suatu pagi Senin ketika saya keluar dari mobil di tempat parkir Ralph, saya bertanya-tanya dalam hati dengan kesal. Saya yakin dia bahkan tidak menyukai saya. Apakah Ralph ingin bertemu saya hari ini? Dia sibuk. Saya mungkin ….</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Jadi, saya kembali ke mobil dan pergi ke klien saya berikutnya di toko kamera. Suara itu kembali, “Pemilik toko kamera terlalu sibuk untuk menemuimu. Dan dia juga tidak menyukaimu.”</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Sepanjang pagi, saya mendengarkan kebohongan itu. Dan itu melumpuhkan saya. Tanggapan saya? Saya butuh es krim cokelat!</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">2 Timotius 1:7 berkata, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan penguasaan diri.”</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Ketakutan? Itu tidak terlalu buruk. Setiap orang terkadang merasa takut. Tetapi ketakutan dalam bahasa Yunani (</span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font"><span style="font-style: italic;" class="mycode_i">deilia</span></span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">) berarti pengecut. Allah tidak memberi kita roh pengecut.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Ketika Anda menerima Yesus Kristus, Anda menerima Roh-Nya—Roh kekuatan, kasih, dan penguasaan diri (kedisiplinan—red). Anda tidak menerima roh pengecut! Sebaliknya, tuliskan ketakutan Anda dengan berani, dan Anda akan berada di jalan untuk mengatasinya.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Ketika rasa takut menghampiri Anda, terapkan 2 Timotius 1:7: "Allah memberikan kepada __________ [nama Anda] bukan roh ketakutan. Allah telah memberi __________ [nama Anda] Roh-Nya yang penuh kuasa, kasih, dan disiplin!"</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Tidak salah untuk memiliki rasa takut, tetapi salah untuk hidup dalam ketakutan.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font"><span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">DOA</span></span></span></span><br />
<span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Bapa kebenaran, saya merasa sulit untuk mengakui bahwa saya memiliki ketakutan. Namun seperti Raja Daud, kini aku dengan jujur mengakui bahwa aku takut akan __________ dan _________. Bantulah aku untuk percaya kepada-Mu dan berani setiap kali aku takut. Amin.</span></span></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Waktu aku merasa takut, aku percaya kepada-Mu. Kepada Allah yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?</span></span><br />
</span><br />
<div style="text-align: right;" class="mycode_align"><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #666666;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Mazmur 56:4-5</span></span></span></div>
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Apa yang dikatakan para pekerja misi di seluruh dunia sebagai hambatan terbesar dalam menggalang dukungan?</span></span></span><br />
<ul class="mycode_list"><li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Kurangnya kontak?</span></span></span><br />
</li>
<li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Kurangnya waktu?</span></span></span><br />
</li>
<li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Ekonomi yang buruk?</span></span></span><br />
</li>
</ul>
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Sebenarnya, bukan salah satu dari itu. Para pekerja misi mengatakan hambatan terbesar adalah rasa takut—takut ditolak, takut gagal, dan takut menghancurkan persahabatan.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Inilah paradoksnya. Para misionaris dipanggil oleh Allah untuk melakukan pelayanan rohani yang berani. Orang-orang mencari kekuatan dari kita. Beranikah kita mengakui bahwa kita takut?</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Saya menemukan bagian Alkitab hari ini selama penugasan pelayanan pertama kami di Iowa City. Saya sedang duduk di meja dapur melakukan studi Alkitab tentang “Ketakutan.” Tiba-tiba sebuah pikiran terlintas di benak saya, Scott, kamu adalah orang yang penakut. Saya? Tidak mungkin. Aku adalah duta Kristus yang berani di dunia kafir!</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Namun pikiran itu terus berlanjut.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Kemudian saya melihat kata pertama dari bagian bacaan hari ini: “Waktu.” </span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font"><span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Waktu aku merasa takut, bukan jika aku takut</span></span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">. Bahkan Daud, pemazmur yang saleh, mengakui bahwa ia memiliki ketakutan. Perlahan, saya mengakui ketakutan saya. Saya menuliskannya satu per satu, termasuk nama-nama orang-orang yang menakutkan.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Setelah mengakui ketakutannya, Daud berkata, “... aku percaya kepada-Mu.” Tetapi "Percaya kepada Allah" adalah klise. Apakah itu berarti bahwa Allah tidak akan membiarkan hal-hal buruk terjadi? Hampir dengan nada bercanda, Daud menambahkan, “Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Pada pertemuan penggalangan dana Anda, akankah calon mitra pemberi Anda melemparkan </span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font"><span style="font-style: italic;" class="mycode_i">latte</span></span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">-nya kepada Anda? Tidak, tetapi bahkan jika ia melakukannya, Allah tetap bersama Anda! Kepercayaan kita ada pada Allah yang berdaulat, tidak peduli bagaimana kita diperlakukan.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Salah satu gejala ketakutan batin adalah mendengarkan kebohongan yang merusak. Kita berbisik pada diri sendiri:</span></span></span><br />
<ul class="mycode_list"><li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">“Siapa yang mau mendukungku? Tidak ada!”</span></span></span><br />
</li>
<li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">“Dia ibu tunggal, dia tidak mampu memberi.”</span></span></span><br />
</li>
<li><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">“Orang-orang sebenarnya tidak menyukaiku.”</span></span></span><br />
</li>
</ul>
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Sebelum bergabung dengan pelayanan, saya bekerja di sebuah surat kabar menjual iklan. Salah satu klien saya adalah Ralph's Grocery, dan Ralph telah menjadi teman saya. Tetapi suatu pagi Senin ketika saya keluar dari mobil di tempat parkir Ralph, saya bertanya-tanya dalam hati dengan kesal. Saya yakin dia bahkan tidak menyukai saya. Apakah Ralph ingin bertemu saya hari ini? Dia sibuk. Saya mungkin ….</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Jadi, saya kembali ke mobil dan pergi ke klien saya berikutnya di toko kamera. Suara itu kembali, “Pemilik toko kamera terlalu sibuk untuk menemuimu. Dan dia juga tidak menyukaimu.”</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Sepanjang pagi, saya mendengarkan kebohongan itu. Dan itu melumpuhkan saya. Tanggapan saya? Saya butuh es krim cokelat!</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">2 Timotius 1:7 berkata, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan penguasaan diri.”</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Ketakutan? Itu tidak terlalu buruk. Setiap orang terkadang merasa takut. Tetapi ketakutan dalam bahasa Yunani (</span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font"><span style="font-style: italic;" class="mycode_i">deilia</span></span><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">) berarti pengecut. Allah tidak memberi kita roh pengecut.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Ketika Anda menerima Yesus Kristus, Anda menerima Roh-Nya—Roh kekuatan, kasih, dan penguasaan diri (kedisiplinan—red). Anda tidak menerima roh pengecut! Sebaliknya, tuliskan ketakutan Anda dengan berani, dan Anda akan berada di jalan untuk mengatasinya.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Ketika rasa takut menghampiri Anda, terapkan 2 Timotius 1:7: "Allah memberikan kepada __________ [nama Anda] bukan roh ketakutan. Allah telah memberi __________ [nama Anda] Roh-Nya yang penuh kuasa, kasih, dan disiplin!"</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Tidak salah untuk memiliki rasa takut, tetapi salah untuk hidup dalam ketakutan.</span></span></span><br />
<br />
<span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font"><span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">DOA</span></span></span></span><br />
<span style="color: #000000;" class="mycode_color"><span style="font-size: medium;" class="mycode_size"><span style="font-family: Spectral, serif;" class="mycode_font">Bapa kebenaran, saya merasa sulit untuk mengakui bahwa saya memiliki ketakutan. Namun seperti Raja Daud, kini aku dengan jujur mengakui bahwa aku takut akan __________ dan _________. Bantulah aku untuk percaya kepada-Mu dan berani setiap kali aku takut. Amin.</span></span></span>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hari ke-4: Keluar dari Zona Nyaman Anda?]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=13</link>
			<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 11:12:13 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=4">bayuprobo</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=13</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Hari ke-4: Keluar dari Zona Nyaman Anda?</span><br />
<br />
“Pergilah sekarang ke Sarfat di wilayah Sidon, dan tinggallah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda di sana untuk memberi engkau makan.“<br />
1 Raja-raja 17:9<br />
<br />
Meminta seseorang untuk keluar dari zona nyamannya dianggap sebagai perilaku buruk, melanggar batas, dan sangat tidak sopan. Tetapi Bapa kita di Surga bertindak berbeda. Dalam teks hari ini, Tuhan memerintahkan nabi Elia untuk meninggalkan zona nyamannya untuk menyentuh kehidupan seorang janda miskin. Ini menciptakan perubahan yang tidak nyaman bagi Elia.<br />
Apakah Anda tahu kisahnya?<br />
<br />
Dalam pelarian dari Ratu Izebel yang jahat, Tuhan memerintahkan Elia untuk bersembunyi di tepi Sungai Kerit, di sebelah timur Yordan. Secara ajaib, burung gagak membawa makanan kepada Elia setiap hari, dan ia minum dari sungai itu; ini adalah penyediaan Tuhan selama masa penantian. Itu bukanlah makanan yang seimbang, tetapi cukup untuk seorang nabi<br />
yang sedang bersembunyi!<br />
<br />
Namun, dalam kedaulatan Allah, Sungai Kerit mengering. Allah kemudian memerintahkan Elia untuk mencari seorang janda di Sarfat di Sidon, kota asal Izebel. Kita dapat membayangkan Elia bertanya, “Benarkah? Sidon? Tanah kafir Izebel yang<br />
sedang berusaha membunuhku?“<br />
<br />
Penduduk Sidon—yang rajanya adalah ayah dari Izebel—makmur. Mereka memasarkan pewarna ungu berharga dari cangkang kerang Murex yang ditemukan di perairan pesisir mereka. Dan mereka menyembah Baal (dewa badai) dan pasangannya Astarte (dewa kesuburan). Ratu Izebel membawa praktik pengorbanan anak dan pergaulan bebas seksual ke bangsa Yahudi. Elia telah berbicara menentang praktik-praktik keagamaan yang bejat ini dan sekarang berada dalam daftar target Izebel. Sarfat di Sidon—bukan tempat yang nyaman bagi seorang nabi Yahudi!<br />
<br />
Meskipun demikian, Elia taat dan melakukan perjalanan sejauh 125 km ke Sidon. Menemukan seorang janda yang sedang mengumpulkan ranting di dekat gerbang di Sarfat, ia meminta roti dan air kepadanya. Dengan pesimis, janda dari Sarfat itu berkata bahwa ia hanya memiliki cukup makanan untuk satu kali makan. Aduh, pikir Elia, mungkin ini bukan janda yang dimaksud Allah.<br />
Namun janda itu dengan penuh pengorbanan memberikan apa yang dimilikinya kepada nabi Yahudi itu. Ia tidak mati kelaparan, melainkan “ia dan keluarganya makan selama berhari-hari“ (1 Raja-raja 17:15) dari semangkuk tepung yang tidak pernah habis. Mukjizat ini menimbulkan kehebohan besar tentang Allah Israel di Sidon!<br />
<br />
Apa yang terjadi di sini? Di Sungai Kerit, Elia memiliki makanan dan air dan aman dari Izebel. Ia merasa nyaman. Tetapi rencana Allah membutuhkan pengambilan risiko—Elia harus pergi ke Sarfat di Sidon dan meminta bantuan kepada seorang janda yang hampir mati.<br />
<br />
Dengan cara yang serupa, para pekerja misi mengatakan kepada saya bahwa penggalangan dana memaksa mereka keluar dari zona nyaman dan masuk ke area ketidaknyamanan. Tetapi di sanalah mereka menemukan pelayanan yang lebih luas dan pendanaan yang lebih besar. Dan mereka menemukan ukuran tambahan dari kasih karunia Allah, kemampuan supranatural untuk melakukan apa yang harus dilakukan. Di mana Elia memberikan dampak terbesar? Di Sungai Kerit sendirian bersama burung gagak atau di antara orang asing di Sidon? Saat saya merenungkan tahun-tahun pelayanan saya, saya yakin bahwa Tuhan paling banyak menggunakan saya ketika saya meninggalkan zona nyaman saya dan mengambil risiko untuk berinteraksi dengan orang-orang baru—bahkan orang-orang yang membuat saya merasa tidak nyaman.<br />
<br />
Bagaimana dengan Anda? Di mana Sidon Anda? Kapan Anda merasa keluar dari zona nyaman Anda? Penggalangan dana? Penginjilan? Menjadi orang tua? Saat terjadi konflik? Berbicara di depan umum?<br />
<br />
Ayat dalam 2 Korintus 12:9 tertulis, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Bangkitlah, pergilah ke Sidon!<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">DOA</span><br />
Bapa segala penghiburan, saya lebih menyukai dalam batasan yang nyaman dari zona nyaman saya sendiri. Tetapi saat saya menaati-Mu, saya tahu saya perlu mengambil risiko dan menghadapi ketidaknyamanan saya. Namun, saya masih ragu. Semoga saya menerima kasih karunia-Mu setiap hari untuk melangkah maju seperti Elia dalam pelayanan dan penggalangan dana. Amin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Hari ke-4: Keluar dari Zona Nyaman Anda?</span><br />
<br />
“Pergilah sekarang ke Sarfat di wilayah Sidon, dan tinggallah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda di sana untuk memberi engkau makan.“<br />
1 Raja-raja 17:9<br />
<br />
Meminta seseorang untuk keluar dari zona nyamannya dianggap sebagai perilaku buruk, melanggar batas, dan sangat tidak sopan. Tetapi Bapa kita di Surga bertindak berbeda. Dalam teks hari ini, Tuhan memerintahkan nabi Elia untuk meninggalkan zona nyamannya untuk menyentuh kehidupan seorang janda miskin. Ini menciptakan perubahan yang tidak nyaman bagi Elia.<br />
Apakah Anda tahu kisahnya?<br />
<br />
Dalam pelarian dari Ratu Izebel yang jahat, Tuhan memerintahkan Elia untuk bersembunyi di tepi Sungai Kerit, di sebelah timur Yordan. Secara ajaib, burung gagak membawa makanan kepada Elia setiap hari, dan ia minum dari sungai itu; ini adalah penyediaan Tuhan selama masa penantian. Itu bukanlah makanan yang seimbang, tetapi cukup untuk seorang nabi<br />
yang sedang bersembunyi!<br />
<br />
Namun, dalam kedaulatan Allah, Sungai Kerit mengering. Allah kemudian memerintahkan Elia untuk mencari seorang janda di Sarfat di Sidon, kota asal Izebel. Kita dapat membayangkan Elia bertanya, “Benarkah? Sidon? Tanah kafir Izebel yang<br />
sedang berusaha membunuhku?“<br />
<br />
Penduduk Sidon—yang rajanya adalah ayah dari Izebel—makmur. Mereka memasarkan pewarna ungu berharga dari cangkang kerang Murex yang ditemukan di perairan pesisir mereka. Dan mereka menyembah Baal (dewa badai) dan pasangannya Astarte (dewa kesuburan). Ratu Izebel membawa praktik pengorbanan anak dan pergaulan bebas seksual ke bangsa Yahudi. Elia telah berbicara menentang praktik-praktik keagamaan yang bejat ini dan sekarang berada dalam daftar target Izebel. Sarfat di Sidon—bukan tempat yang nyaman bagi seorang nabi Yahudi!<br />
<br />
Meskipun demikian, Elia taat dan melakukan perjalanan sejauh 125 km ke Sidon. Menemukan seorang janda yang sedang mengumpulkan ranting di dekat gerbang di Sarfat, ia meminta roti dan air kepadanya. Dengan pesimis, janda dari Sarfat itu berkata bahwa ia hanya memiliki cukup makanan untuk satu kali makan. Aduh, pikir Elia, mungkin ini bukan janda yang dimaksud Allah.<br />
Namun janda itu dengan penuh pengorbanan memberikan apa yang dimilikinya kepada nabi Yahudi itu. Ia tidak mati kelaparan, melainkan “ia dan keluarganya makan selama berhari-hari“ (1 Raja-raja 17:15) dari semangkuk tepung yang tidak pernah habis. Mukjizat ini menimbulkan kehebohan besar tentang Allah Israel di Sidon!<br />
<br />
Apa yang terjadi di sini? Di Sungai Kerit, Elia memiliki makanan dan air dan aman dari Izebel. Ia merasa nyaman. Tetapi rencana Allah membutuhkan pengambilan risiko—Elia harus pergi ke Sarfat di Sidon dan meminta bantuan kepada seorang janda yang hampir mati.<br />
<br />
Dengan cara yang serupa, para pekerja misi mengatakan kepada saya bahwa penggalangan dana memaksa mereka keluar dari zona nyaman dan masuk ke area ketidaknyamanan. Tetapi di sanalah mereka menemukan pelayanan yang lebih luas dan pendanaan yang lebih besar. Dan mereka menemukan ukuran tambahan dari kasih karunia Allah, kemampuan supranatural untuk melakukan apa yang harus dilakukan. Di mana Elia memberikan dampak terbesar? Di Sungai Kerit sendirian bersama burung gagak atau di antara orang asing di Sidon? Saat saya merenungkan tahun-tahun pelayanan saya, saya yakin bahwa Tuhan paling banyak menggunakan saya ketika saya meninggalkan zona nyaman saya dan mengambil risiko untuk berinteraksi dengan orang-orang baru—bahkan orang-orang yang membuat saya merasa tidak nyaman.<br />
<br />
Bagaimana dengan Anda? Di mana Sidon Anda? Kapan Anda merasa keluar dari zona nyaman Anda? Penggalangan dana? Penginjilan? Menjadi orang tua? Saat terjadi konflik? Berbicara di depan umum?<br />
<br />
Ayat dalam 2 Korintus 12:9 tertulis, "Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Bangkitlah, pergilah ke Sidon!<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">DOA</span><br />
Bapa segala penghiburan, saya lebih menyukai dalam batasan yang nyaman dari zona nyaman saya sendiri. Tetapi saat saya menaati-Mu, saya tahu saya perlu mengambil risiko dan menghadapi ketidaknyamanan saya. Namun, saya masih ragu. Semoga saya menerima kasih karunia-Mu setiap hari untuk melangkah maju seperti Elia dalam pelayanan dan penggalangan dana. Amin.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Generasi Penerus dan The Core]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=16</link>
			<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 11:31:01 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=1">admindis</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=16</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Lima Prinsip Panduan untuk Melibatkan Generasi Penerus dengan The Core</span><br />
(Five Guiding Principles for Engaging the Next Generation With The Core), Juli 2025, <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Joe Maschhoff</span><br />
<br />
<br />
Pada tahun 2001, Tuhan menyatukan banyak pemimpin Nav yang beragam ke dalam kesatuan yang kuat dan unik di sekitar apa yang sekarang kita sebut The Core—Panggilan, Visi, dan Nilai-nilai kita. Selama bertahun-tahun, The Core semakin berfungsi sebagai semacam kompas, membantu kita untuk semakin bergerak ke arah yang Tuhan tetapkan bagi Navigator di seluruh dunia.<br />
<br />
Pada pertemuan Dewan Internasional 2024 (IC24), yang diadakan di Livingstone, Zambia, pada bulan November 2024, sekelompok pemimpin yang beragam dari seluruh Kemitraan Sedunia kita berkumpul untuk kembali mencari petunjuk Tuhan. Kali ini, dengan fokus khusus: Bagaimana kita harus melibatkan generasi berikutnya dengan The Core?<br />
<br />
Saat kami saling mendengarkan dan mendengarkan Tuhan, lima prinsip utama muncul. Kami percaya Tuhan telah memberi kami prinsip-prinsip panduan ini untuk berfungsi sebagai "rambu jalan," membantu kami mengetahui ke mana harus pergi saat kami melibatkan generasi berikutnya dengan The Core.<br />
<br />
<br />
1. Yesus <br />
<br />
Yesus adalah pusat dari siapa kita dan apa yang kita lakukan sebagai Navigator. Semuanya untuk Dia, melalui Dia, dari Dia, dan kepada Dia. Dawson Trotman mengetahui hal ini sejak awal (lihat Ilustrasi Roda!). Ini adalah pesan yang tidak boleh usang dan relevan bagi semua orang di semua generasi di semua tempat. Kita harus selalu menjadi orang yang mengutamakan Yesus. Yesus benar-benar inti dari Inti (the core of The Core).<br />
<br />
<br />
2. Pemodelan<br />
<br />
The Core tidak hanya untuk dibahas dan diajarkan, tetapi—yang terpenting—untuk dihayati/dihidupi dan diteladankan. Para pemimpin muda tidak membutuhkan contoh yang sempurna, tetapi mereka membutuhkan contoh yang autentik. Ketika kita meneladani kepemimpinan yang melayani, komunitas yang autentik, dan hidup serta memuridkan di antara orang-orang yang terhilang, kita menawarkan contoh tentang apa artinya menjadi seorang Navigator. Hal itu memikat dan magnetis bagi generasi berikutnya.<br />
<br />
<br />
3. Kepemilikan <br />
<br />
Untuk melibatkan generasi penerus dengan baik, kita perlu menciptakan ruang bagi para Navigator muda untuk memiliki Inti (The Core) bagi diri mereka sendiri. Ini membutuhkan kesengajaan dan, kadang-kadang, akan mengharuskan sebagian dari kita untuk memberi ruang bagi para pemimpin muda. Sebagian dari kita mungkin perlu beralih dari peran "memimpin" ke peran melatih, mendampingi, dan memberi semangat. Dapatkah kita mempercayai Tuhan dengan mengizinkan generasi penerus untuk membantu membentuk masa depan?<br />
<br />
<br />
4. Komunitas<br />
<br />
Inti dari ajaran kita mengajak kita untuk bekerja bersama orang-orang percaya yang sehati. Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Terkadang kita harus berusaha keras untuk menemukan orang lain yang memiliki Visi yang sama dengan kita, dan itu bisa jadi sulit. Tapi itu sepadan! Orang yang paling mungkin tahu cara memuridkan adalah orang yang telah dimuridkan sendiri. Ada baiknya mencari dan melibatkan mereka. Kita sangat membutuhkan satu sama lain.<br />
<br />
<br />
5. Kitab Suci <br />
<br />
Para Navigator dikenal sebagai orang-orang yang mencintai Kitab Suci. Tetapi kita harus melampaui sekadar mencintainya. Kita harus menyerahkan diri dan dipimpin oleh Roh Kudus, percaya pada janji-janji Allah. Generasi berikutnya harus tahu bagaimana dituntun oleh Kitab Suci dan berdiri di atas janji-janji Allah. Janji-janji Allah ada untuk kita pegang, tetapi janji-janji itu akan jauh lebih ampuh ketika kita dipegang olehnya.<br />
<br />
<br />
____<br />
Lima prinsip panduan ini—Yesus, Teladan, Kepemilikan, Komunitas, dan Kitab Suci—muncul dari waktu kebersamaan kami di Zambia. Prinsip-prinsip ini berfungsi sebagai rambu-rambu di sepanjang jalan raya yang menuntun kita menuju generasi berikutnya.<br />
<br />
Bersama-sama, kita dapat percaya kepada Tuhan untuk generasi baru, sama seperti mereka yang mendahului kita pada zamannya. Zaman berubah, manusia berubah, dan budaya bergeser. Tetapi Dia tidak berubah. Janji-janji-Nya tidak berubah.<br />
<br />
Tuhan yang sama yang memanggil Dawson untuk berdoa di lereng bukit berdebu di California – dan yang memanggil banyak pekerja Navigator lainnya untuk beriman teguh demi generasi baru di zaman mereka – hidup dan sehat dan akan bersama kita sekarang dan selamanya.<br />
<br />
“Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.” (Yesaya 60:22)<br />
<br />
Kita akan melihat generasi Navigator baru bukan karena diri kita sendiri atau karena kelima prinsip ini, tetapi karena Dia adalah TUHAN. Dia akan melakukannya. Kita hanya perlu mengikuti-Nya, seperti yang dilakukan oleh mereka yang mendahului kita.<br />
<br />
“Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali. ... Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.” (Yesaya 51:1b-2)<br />
<br />
IC24 merupakan momen penting bagi masa depan gerakan Navigator. The Core menjelaskan siapa kita sebagai Navigator. Ini sangat menarik, memikat, dan memesona. Generasi penerus sedang menunggu dan siap. Akankah kita mempercayai Tuhan untuk mereka di zaman kita ini? Akankah kita akan berdiri teguh pada janji-janji-Nya bersama-sama?<br />
<br />
Kita harus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Lima Prinsip Panduan untuk Melibatkan Generasi Penerus dengan The Core</span><br />
(Five Guiding Principles for Engaging the Next Generation With The Core), Juli 2025, <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Joe Maschhoff</span><br />
<br />
<br />
Pada tahun 2001, Tuhan menyatukan banyak pemimpin Nav yang beragam ke dalam kesatuan yang kuat dan unik di sekitar apa yang sekarang kita sebut The Core—Panggilan, Visi, dan Nilai-nilai kita. Selama bertahun-tahun, The Core semakin berfungsi sebagai semacam kompas, membantu kita untuk semakin bergerak ke arah yang Tuhan tetapkan bagi Navigator di seluruh dunia.<br />
<br />
Pada pertemuan Dewan Internasional 2024 (IC24), yang diadakan di Livingstone, Zambia, pada bulan November 2024, sekelompok pemimpin yang beragam dari seluruh Kemitraan Sedunia kita berkumpul untuk kembali mencari petunjuk Tuhan. Kali ini, dengan fokus khusus: Bagaimana kita harus melibatkan generasi berikutnya dengan The Core?<br />
<br />
Saat kami saling mendengarkan dan mendengarkan Tuhan, lima prinsip utama muncul. Kami percaya Tuhan telah memberi kami prinsip-prinsip panduan ini untuk berfungsi sebagai "rambu jalan," membantu kami mengetahui ke mana harus pergi saat kami melibatkan generasi berikutnya dengan The Core.<br />
<br />
<br />
1. Yesus <br />
<br />
Yesus adalah pusat dari siapa kita dan apa yang kita lakukan sebagai Navigator. Semuanya untuk Dia, melalui Dia, dari Dia, dan kepada Dia. Dawson Trotman mengetahui hal ini sejak awal (lihat Ilustrasi Roda!). Ini adalah pesan yang tidak boleh usang dan relevan bagi semua orang di semua generasi di semua tempat. Kita harus selalu menjadi orang yang mengutamakan Yesus. Yesus benar-benar inti dari Inti (the core of The Core).<br />
<br />
<br />
2. Pemodelan<br />
<br />
The Core tidak hanya untuk dibahas dan diajarkan, tetapi—yang terpenting—untuk dihayati/dihidupi dan diteladankan. Para pemimpin muda tidak membutuhkan contoh yang sempurna, tetapi mereka membutuhkan contoh yang autentik. Ketika kita meneladani kepemimpinan yang melayani, komunitas yang autentik, dan hidup serta memuridkan di antara orang-orang yang terhilang, kita menawarkan contoh tentang apa artinya menjadi seorang Navigator. Hal itu memikat dan magnetis bagi generasi berikutnya.<br />
<br />
<br />
3. Kepemilikan <br />
<br />
Untuk melibatkan generasi penerus dengan baik, kita perlu menciptakan ruang bagi para Navigator muda untuk memiliki Inti (The Core) bagi diri mereka sendiri. Ini membutuhkan kesengajaan dan, kadang-kadang, akan mengharuskan sebagian dari kita untuk memberi ruang bagi para pemimpin muda. Sebagian dari kita mungkin perlu beralih dari peran "memimpin" ke peran melatih, mendampingi, dan memberi semangat. Dapatkah kita mempercayai Tuhan dengan mengizinkan generasi penerus untuk membantu membentuk masa depan?<br />
<br />
<br />
4. Komunitas<br />
<br />
Inti dari ajaran kita mengajak kita untuk bekerja bersama orang-orang percaya yang sehati. Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Terkadang kita harus berusaha keras untuk menemukan orang lain yang memiliki Visi yang sama dengan kita, dan itu bisa jadi sulit. Tapi itu sepadan! Orang yang paling mungkin tahu cara memuridkan adalah orang yang telah dimuridkan sendiri. Ada baiknya mencari dan melibatkan mereka. Kita sangat membutuhkan satu sama lain.<br />
<br />
<br />
5. Kitab Suci <br />
<br />
Para Navigator dikenal sebagai orang-orang yang mencintai Kitab Suci. Tetapi kita harus melampaui sekadar mencintainya. Kita harus menyerahkan diri dan dipimpin oleh Roh Kudus, percaya pada janji-janji Allah. Generasi berikutnya harus tahu bagaimana dituntun oleh Kitab Suci dan berdiri di atas janji-janji Allah. Janji-janji Allah ada untuk kita pegang, tetapi janji-janji itu akan jauh lebih ampuh ketika kita dipegang olehnya.<br />
<br />
<br />
____<br />
Lima prinsip panduan ini—Yesus, Teladan, Kepemilikan, Komunitas, dan Kitab Suci—muncul dari waktu kebersamaan kami di Zambia. Prinsip-prinsip ini berfungsi sebagai rambu-rambu di sepanjang jalan raya yang menuntun kita menuju generasi berikutnya.<br />
<br />
Bersama-sama, kita dapat percaya kepada Tuhan untuk generasi baru, sama seperti mereka yang mendahului kita pada zamannya. Zaman berubah, manusia berubah, dan budaya bergeser. Tetapi Dia tidak berubah. Janji-janji-Nya tidak berubah.<br />
<br />
Tuhan yang sama yang memanggil Dawson untuk berdoa di lereng bukit berdebu di California – dan yang memanggil banyak pekerja Navigator lainnya untuk beriman teguh demi generasi baru di zaman mereka – hidup dan sehat dan akan bersama kita sekarang dan selamanya.<br />
<br />
“Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.” (Yesaya 60:22)<br />
<br />
Kita akan melihat generasi Navigator baru bukan karena diri kita sendiri atau karena kelima prinsip ini, tetapi karena Dia adalah TUHAN. Dia akan melakukannya. Kita hanya perlu mengikuti-Nya, seperti yang dilakukan oleh mereka yang mendahului kita.<br />
<br />
“Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali. ... Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.” (Yesaya 51:1b-2)<br />
<br />
IC24 merupakan momen penting bagi masa depan gerakan Navigator. The Core menjelaskan siapa kita sebagai Navigator. Ini sangat menarik, memikat, dan memesona. Generasi penerus sedang menunggu dan siap. Akankah kita mempercayai Tuhan untuk mereka di zaman kita ini? Akankah kita akan berdiri teguh pada janji-janji-Nya bersama-sama?<br />
<br />
Kita harus.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Anak muda/Orang muda]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=11</link>
			<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 08:35:25 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=2">setylist</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=11</guid>
			<description><![CDATA[Sudah tentu kesan utama dari bulan doa kali ini adalah tentang anak muda atau orang muda. MEmang nafas dari awal yang didengungkan adalah tentang regenerasi dan anak muda. Saya menikmati setiap anak muda tampil dalam ruang doa ini, baik sekedar hadir, dan ikut berdoa, atau sedikit berkomentar, apalagi jika ada kesakaian anak muda (to mention just a few: Niko, Jeje, Bitha, ....).<br />
<br />
Senang dan disegarkan... Puji syukur...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Sudah tentu kesan utama dari bulan doa kali ini adalah tentang anak muda atau orang muda. MEmang nafas dari awal yang didengungkan adalah tentang regenerasi dan anak muda. Saya menikmati setiap anak muda tampil dalam ruang doa ini, baik sekedar hadir, dan ikut berdoa, atau sedikit berkomentar, apalagi jika ada kesakaian anak muda (to mention just a few: Niko, Jeje, Bitha, ....).<br />
<br />
Senang dan disegarkan... Puji syukur...]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hari ke-3: Mintalah, Maka akan Diberikan Kepadamu]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=10</link>
			<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 07:26:19 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=4">bayuprobo</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=10</guid>
			<description><![CDATA[Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.<br />
Matius 7:7 (TB 2)<br />
<br />
Seorang pekerja Injil dari Uganda, “Henry,“ menceritakan kisah tentang Tuhan mengenai hal meminta. Ia ingin menghadiri Konferensi Pelatihan Pelayanan Safari 6 di Amerika tetapi tidak memiliki &#36;2.000 untuk tiket pesawat. Istrinya melihat betapa Henry sangat ingin pergi dan mendorongnya untuk tidak menyerah. Dalam kata-kata Henry…<br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Saat saya duduk dan merenungkan jumlah uang yang besar yang saya butuhkan untuk tiket pesawat, saya melihat sebuah buku di rak saya yang seharusnya dikembalikan kepada seorang teman setahun sebelumnya. Karena malu, dan tidak tahu apakah dia sedang berada di kota, saya memutuskan untuk meninggalkan segalanya dan membawa buku itu ke kantornya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Dia mengangkat telepon saya, dan saya langsung pergi ke kantornya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Selama kunjungan kami untuk saling bertukar kabar, saya mengetahui bahwa teman saya sering bepergian untuk urusan bisnis. Dengan sedikit mengambil risiko, saya bertanya apakah dia pernah membagikan poin frequent flyer-nya dengan orang lain. “Kadang-kadang, tapi hanya KLM,“ katanya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Jadi, saya menyebutkan Konferensi Safari 6 dan menjelaskan betapa itu akan bermanfaat bagi saya dan pelayanan saya, lalu saya menelan ludah dan bertanya apakah dia akan mempertimbangkan untuk memberikan poin frequent flyer untuk perjalanan saya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Teman saya berkata, “Kantor KLM ada di seberang jalan. Ini kode frequent flyer saya—pergi dan beli tiket sendiri!"</span><br />
<br />
Dalam waktu dua jam, Henry berubah dari putus asa untuk pergi ke Safari 6 menjadi berjalan ke rumahnya dan dengan gembira menunjukkan kepada istrinya yang sedang berdoa untuk tiket pesawat pulang pergi! <br />
<br />
Apa yang terjadi di sini? Yang terpenting, Henry menyerahkan diri kepada tuntunan Tuhan untuk menghadiri konferensi tersebut. Tuhan mengetahui keinginan hatinya, Henry dan istrinya di sini berdoa tentang hal itu, dan dalam pemeliharaan Tuhan, Henry memperhatikan sebuah buku yang sudah lama tertunda di rak bukunya. Kesediaan Henry untuk meminta temannya mempertimbangkan untuk memberikan tiket pesawat menghasilkan tindakan kemurahan hati yang luar biasa. Dia tidak merencanakan atau memberi isyarat! Ia menyampaikan permohonan pelayanan yang berani dan jujur kepada seorang teman.<br />
<br />
Dalam bacaan kita hari ini, Yesus mengajak Anda untuk meminta, mencari, dan mengetuk … tanpa syarat. Bayangkan Yesus memanggil Anda dari takhta belas kasihan di Surga, Ayo, jangan malu. Mintalah sesuatu kepada-Ku!<br />
<br />
Mengikuti teks hari ini, Yesus berkata jika seorang anak meminta roti kepada ayahnya di dunia, akankah ayahnya memberinya batu? Jika ia meminta ikan kepada ayahnya, akankah ayahnya memberinya ular? Matius 7:11 menyimpulkan, “Ia memberikan  yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.“<br />
Bapa kita akan menjawab doa Anda dengan cara-Nya dan memberi Anda apa yang baik menurut hikmat-Nya yang kekal, bukan menurut keinginan Anda yang kecil atau terkadang egois. Janji ini adalah pembatas kehidupan doa Anda.<br />
<br />
Sahabatku, apa yang Anda minta kepada Bapa? Apa yang Anda cari? Apa yang Anda ketuk? Apakah tujuan Anda untuk “sekadar bertahan hidup“ atau untuk mencapai 100 persen dari anggaran Anda?<br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Engkau datang kepada seorang Raja,</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Bawalah permohonan yang besar;</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Karena kasih karunia dan kuasa-Nya sedemikian rupa,</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Tidak ada seorang pun yang dapat meminta terlalu banyak.</span><br />
JOHN NEWTON, PEDAGANG BUDAK YANG BERTOBAT (1725-1807)<br />
<br />
Langkah pertama? Periksa rak buku Anda atau dorongan halus lainnya dari Roh Kudus!<br />
Kedua, siapa yang perlu mendengar visi pelayanan Anda dalam enam minggu ke depan?<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">DOA</span><br />
Bapa di Surga, saya tidak menganggap Engkau menginginkan saya untuk meminta. Jadi sekarang, saya meminta kepada-Mu pendanaan penuh. Dan keberanian untuk mengundang teman dan kenalan untuk bergabung dalam pelayananku. Aku meminta kepada mereka, tetapi sebenarnya aku meminta kepada-Mu! Aku percaya kepada-Mu saat aku meminta, mencari, dan mengetuk. Amin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.<br />
Matius 7:7 (TB 2)<br />
<br />
Seorang pekerja Injil dari Uganda, “Henry,“ menceritakan kisah tentang Tuhan mengenai hal meminta. Ia ingin menghadiri Konferensi Pelatihan Pelayanan Safari 6 di Amerika tetapi tidak memiliki &#36;2.000 untuk tiket pesawat. Istrinya melihat betapa Henry sangat ingin pergi dan mendorongnya untuk tidak menyerah. Dalam kata-kata Henry…<br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Saat saya duduk dan merenungkan jumlah uang yang besar yang saya butuhkan untuk tiket pesawat, saya melihat sebuah buku di rak saya yang seharusnya dikembalikan kepada seorang teman setahun sebelumnya. Karena malu, dan tidak tahu apakah dia sedang berada di kota, saya memutuskan untuk meninggalkan segalanya dan membawa buku itu ke kantornya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Dia mengangkat telepon saya, dan saya langsung pergi ke kantornya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Selama kunjungan kami untuk saling bertukar kabar, saya mengetahui bahwa teman saya sering bepergian untuk urusan bisnis. Dengan sedikit mengambil risiko, saya bertanya apakah dia pernah membagikan poin frequent flyer-nya dengan orang lain. “Kadang-kadang, tapi hanya KLM,“ katanya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Jadi, saya menyebutkan Konferensi Safari 6 dan menjelaskan betapa itu akan bermanfaat bagi saya dan pelayanan saya, lalu saya menelan ludah dan bertanya apakah dia akan mempertimbangkan untuk memberikan poin frequent flyer untuk perjalanan saya.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Teman saya berkata, “Kantor KLM ada di seberang jalan. Ini kode frequent flyer saya—pergi dan beli tiket sendiri!"</span><br />
<br />
Dalam waktu dua jam, Henry berubah dari putus asa untuk pergi ke Safari 6 menjadi berjalan ke rumahnya dan dengan gembira menunjukkan kepada istrinya yang sedang berdoa untuk tiket pesawat pulang pergi! <br />
<br />
Apa yang terjadi di sini? Yang terpenting, Henry menyerahkan diri kepada tuntunan Tuhan untuk menghadiri konferensi tersebut. Tuhan mengetahui keinginan hatinya, Henry dan istrinya di sini berdoa tentang hal itu, dan dalam pemeliharaan Tuhan, Henry memperhatikan sebuah buku yang sudah lama tertunda di rak bukunya. Kesediaan Henry untuk meminta temannya mempertimbangkan untuk memberikan tiket pesawat menghasilkan tindakan kemurahan hati yang luar biasa. Dia tidak merencanakan atau memberi isyarat! Ia menyampaikan permohonan pelayanan yang berani dan jujur kepada seorang teman.<br />
<br />
Dalam bacaan kita hari ini, Yesus mengajak Anda untuk meminta, mencari, dan mengetuk … tanpa syarat. Bayangkan Yesus memanggil Anda dari takhta belas kasihan di Surga, Ayo, jangan malu. Mintalah sesuatu kepada-Ku!<br />
<br />
Mengikuti teks hari ini, Yesus berkata jika seorang anak meminta roti kepada ayahnya di dunia, akankah ayahnya memberinya batu? Jika ia meminta ikan kepada ayahnya, akankah ayahnya memberinya ular? Matius 7:11 menyimpulkan, “Ia memberikan  yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.“<br />
Bapa kita akan menjawab doa Anda dengan cara-Nya dan memberi Anda apa yang baik menurut hikmat-Nya yang kekal, bukan menurut keinginan Anda yang kecil atau terkadang egois. Janji ini adalah pembatas kehidupan doa Anda.<br />
<br />
Sahabatku, apa yang Anda minta kepada Bapa? Apa yang Anda cari? Apa yang Anda ketuk? Apakah tujuan Anda untuk “sekadar bertahan hidup“ atau untuk mencapai 100 persen dari anggaran Anda?<br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Engkau datang kepada seorang Raja,</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Bawalah permohonan yang besar;</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Karena kasih karunia dan kuasa-Nya sedemikian rupa,</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Tidak ada seorang pun yang dapat meminta terlalu banyak.</span><br />
JOHN NEWTON, PEDAGANG BUDAK YANG BERTOBAT (1725-1807)<br />
<br />
Langkah pertama? Periksa rak buku Anda atau dorongan halus lainnya dari Roh Kudus!<br />
Kedua, siapa yang perlu mendengar visi pelayanan Anda dalam enam minggu ke depan?<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">DOA</span><br />
Bapa di Surga, saya tidak menganggap Engkau menginginkan saya untuk meminta. Jadi sekarang, saya meminta kepada-Mu pendanaan penuh. Dan keberanian untuk mengundang teman dan kenalan untuk bergabung dalam pelayananku. Aku meminta kepada mereka, tetapi sebenarnya aku meminta kepada-Mu! Aku percaya kepada-Mu saat aku meminta, mencari, dan mengetuk. Amin.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hari ke-2. Apakah Anda Mengandalkan Karya-Allah-yang-Mendahului dalam Hidup Anda?]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=9</link>
			<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 14:02:13 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=4">bayuprobo</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=9</guid>
			<description><![CDATA[Hari ke-2. Apakah Anda Mengandalkan Karya-Allah-yang-Mendahului dalam Hidup Anda?<br />
<br />
Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!“<br />
Yohanes 1:29<br />
<br />
Bagian Alkitab kita hari ini tidak ada hubungannya dengan penggalangan dana, namun memiliki hubungan yang sangat erat dengan penggalangan dana. Terutama ketika Anda merasa sendirian.<br />
<br />
Di suatu tempat bernama Betania, di sebelah timur Sungai Yordan, Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang kepadanya. Yohanes tidak bergerak menuju Yesus—Yesuslah yang bergerak menuju Yohanes. Ini adalah contoh fisik dari kebenaran teologis yang agung. Di seluruh Alkitab, sebelum orang-orang bergerak menuju Allah, Dia bergerak menuju mereka. Saya menyebutnya karya-Allah-yang-mendahului.<br />
<br />
Roma 5:8b mengatakan, “Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita.“ Dia tidak mati untuk kita karena kita mencari Dia. Dia bergerak menuju kita terlebih dahulu. “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita“ (1 Yohanes 4:19).<br />
<br />
Dalam permohonan penggalangan dana Anda, penting untuk berbagi sejarah spiritual Anda. Dapatkah Anda mengingat detail bagaimana Yesus mendekati Anda? Mungkin kisah saya akan membangkitkan ingatan Anda.<br />
<br />
Di ruang bawah tanah gereja pedesaan kami di Iowa, tergantung sebuah lukisan Yesus mengetuk pintu. Saya merenungkan lukisan itu setiap hari Minggu. Sebagai seorang Presbyterian berusia lima tahun, saya berpikir agama adalah untuk orang tua. Namun, saya tidak bisa melupakan gambar itu.<br />
<br />
Setelah lulus SMA, seorang tetangga memberi saya buku renungan saku berisi ayat-ayat Alkitab, Mazmur, dan doa. Saya membawanya ke universitas tetapi hampir tidak pernah membacanya. Saya menjauh dari Tuhan, melakukan hal-hal yang saya tahu salah. Tetapi saya menghibur diri bahwa saya lebih saleh daripada teman-teman saya di tim bisbol.<br />
<br />
Suatu Sabtu sore, seorang mahasiswa pascasarjana datang ke kamar asrama saya dan meminta untuk berbicara tentang hal-hal spiritual. Saya dengan senang hati setuju, berpikir saya bisa membantunya. Ia menggambar Ilustrasi Jembatan tentang kehidupan kekal, dan membagikan Efesus 2:8-9: “Sebab karena anugerah kamu diselamatkan …,“ tetapi saya tidak menyukai gagasan diselamatkan oleh kasih karunia dan bukan oleh perbuatan baik.<br />
<br />
Kristus kembali mendekati saya selama pertemuan Kristen ketika seorang pengusaha dari Kansas City mengutip Wahyu 3:20, “Lihatlah, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk.“ Pikiran saya kembali ke lukisan di ruang bawah tanah gereja itu. Merasa bersalah atas kesombongan dan pembenaran diri saya, saya pergi ke kapel sore itu juga dan mengakui dosa-dosa saya. Dengan membayangkan lukisan itu, saya membuka pintu bagi Kristus.<br />
<br />
Lalu apa? Bukankah seharusnya saya merasa berbeda? Tidak ada bulu malaikat yang melayang turun dari Surga. Apakah itu nyata?<br />
<br />
Dua hari kemudian, kembali ke kampus, saya menceritakan kisah cabul kepada beberapa teman. Di tengah cerita, perasaan kotor menyelimuti saya. Saya terkejut. “Teman-teman,“ kataku, “saya tidak bisa menyelesaikan cerita ini.“ Dan saya pergi. Kristus telah menjadi nyata dan personal dalam hidup saya.<br />
<br />
Bagaimana dengan Anda? Bisakah Anda menelusuri bagaimana Kristus bergerak mendekati Anda—bagaimana Dia menjadi nyata bagi Anda? Jangan katakan perjalanan spiritual Anda membosankan! Mungkin tidak spektakuler, tetapi karya Allah tidak membosankan! Pendengar Anda mungkin akan merasa terhubung dengan kisah Anda dan mendekat kepada Kristus.<br />
<br />
Ketika Anda pergi untuk pertemuan penggalangan dana, Anda tidak sendirian. Tuhan telah bergerak mendekati Anda dan orang-orang yang Anda temui. Jangan abaikan “karya-Allah-yang-mendahului.“<br />
<br />
Pada pertemuan Anda, ceritakan tentang bagaimana pekerjaan Tuhan yang mendahului dalam hidup Anda menarik Anda kepada Kristus. Dan mintalah teman Anda untuk berbagi perjalanan spiritualnya juga. Ikatan seumur hidup terbentuk melalui percakapan yang bermakna ini.<br />
<br />
Dalam penggalangan dana Anda, apakah Anda mengandalkan karya-Allah-yang-mendahului?<br />
<br />
DOA<br />
Bapa di Surga, terima kasih karena Engkau telah berinisiatif untuk mendekati saya meskipun saya sering mengabaikan-Mu. Hari ini saya berani mengetahui bahwa Engkau juga bergerak mendekati calon mitra pemberi seperti ________________ dan _____________ Amin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Hari ke-2. Apakah Anda Mengandalkan Karya-Allah-yang-Mendahului dalam Hidup Anda?<br />
<br />
Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!“<br />
Yohanes 1:29<br />
<br />
Bagian Alkitab kita hari ini tidak ada hubungannya dengan penggalangan dana, namun memiliki hubungan yang sangat erat dengan penggalangan dana. Terutama ketika Anda merasa sendirian.<br />
<br />
Di suatu tempat bernama Betania, di sebelah timur Sungai Yordan, Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang kepadanya. Yohanes tidak bergerak menuju Yesus—Yesuslah yang bergerak menuju Yohanes. Ini adalah contoh fisik dari kebenaran teologis yang agung. Di seluruh Alkitab, sebelum orang-orang bergerak menuju Allah, Dia bergerak menuju mereka. Saya menyebutnya karya-Allah-yang-mendahului.<br />
<br />
Roma 5:8b mengatakan, “Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita.“ Dia tidak mati untuk kita karena kita mencari Dia. Dia bergerak menuju kita terlebih dahulu. “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita“ (1 Yohanes 4:19).<br />
<br />
Dalam permohonan penggalangan dana Anda, penting untuk berbagi sejarah spiritual Anda. Dapatkah Anda mengingat detail bagaimana Yesus mendekati Anda? Mungkin kisah saya akan membangkitkan ingatan Anda.<br />
<br />
Di ruang bawah tanah gereja pedesaan kami di Iowa, tergantung sebuah lukisan Yesus mengetuk pintu. Saya merenungkan lukisan itu setiap hari Minggu. Sebagai seorang Presbyterian berusia lima tahun, saya berpikir agama adalah untuk orang tua. Namun, saya tidak bisa melupakan gambar itu.<br />
<br />
Setelah lulus SMA, seorang tetangga memberi saya buku renungan saku berisi ayat-ayat Alkitab, Mazmur, dan doa. Saya membawanya ke universitas tetapi hampir tidak pernah membacanya. Saya menjauh dari Tuhan, melakukan hal-hal yang saya tahu salah. Tetapi saya menghibur diri bahwa saya lebih saleh daripada teman-teman saya di tim bisbol.<br />
<br />
Suatu Sabtu sore, seorang mahasiswa pascasarjana datang ke kamar asrama saya dan meminta untuk berbicara tentang hal-hal spiritual. Saya dengan senang hati setuju, berpikir saya bisa membantunya. Ia menggambar Ilustrasi Jembatan tentang kehidupan kekal, dan membagikan Efesus 2:8-9: “Sebab karena anugerah kamu diselamatkan …,“ tetapi saya tidak menyukai gagasan diselamatkan oleh kasih karunia dan bukan oleh perbuatan baik.<br />
<br />
Kristus kembali mendekati saya selama pertemuan Kristen ketika seorang pengusaha dari Kansas City mengutip Wahyu 3:20, “Lihatlah, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk.“ Pikiran saya kembali ke lukisan di ruang bawah tanah gereja itu. Merasa bersalah atas kesombongan dan pembenaran diri saya, saya pergi ke kapel sore itu juga dan mengakui dosa-dosa saya. Dengan membayangkan lukisan itu, saya membuka pintu bagi Kristus.<br />
<br />
Lalu apa? Bukankah seharusnya saya merasa berbeda? Tidak ada bulu malaikat yang melayang turun dari Surga. Apakah itu nyata?<br />
<br />
Dua hari kemudian, kembali ke kampus, saya menceritakan kisah cabul kepada beberapa teman. Di tengah cerita, perasaan kotor menyelimuti saya. Saya terkejut. “Teman-teman,“ kataku, “saya tidak bisa menyelesaikan cerita ini.“ Dan saya pergi. Kristus telah menjadi nyata dan personal dalam hidup saya.<br />
<br />
Bagaimana dengan Anda? Bisakah Anda menelusuri bagaimana Kristus bergerak mendekati Anda—bagaimana Dia menjadi nyata bagi Anda? Jangan katakan perjalanan spiritual Anda membosankan! Mungkin tidak spektakuler, tetapi karya Allah tidak membosankan! Pendengar Anda mungkin akan merasa terhubung dengan kisah Anda dan mendekat kepada Kristus.<br />
<br />
Ketika Anda pergi untuk pertemuan penggalangan dana, Anda tidak sendirian. Tuhan telah bergerak mendekati Anda dan orang-orang yang Anda temui. Jangan abaikan “karya-Allah-yang-mendahului.“<br />
<br />
Pada pertemuan Anda, ceritakan tentang bagaimana pekerjaan Tuhan yang mendahului dalam hidup Anda menarik Anda kepada Kristus. Dan mintalah teman Anda untuk berbagi perjalanan spiritualnya juga. Ikatan seumur hidup terbentuk melalui percakapan yang bermakna ini.<br />
<br />
Dalam penggalangan dana Anda, apakah Anda mengandalkan karya-Allah-yang-mendahului?<br />
<br />
DOA<br />
Bapa di Surga, terima kasih karena Engkau telah berinisiatif untuk mendekati saya meskipun saya sering mengabaikan-Mu. Hari ini saya berani mengetahui bahwa Engkau juga bergerak mendekati calon mitra pemberi seperti ________________ dan _____________ Amin.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hari ke-1: Sembilan Kata Keuangan untuk Didoakan Setiap Hari]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=8</link>
			<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 13:48:11 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=4">bayuprobo</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=8</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-size: large;" class="mycode_size"><span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Hari ke-1: Sembilan Kata Keuangan untuk Didoakan Setiap Hari</span></span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Matius 6:11 (TB2)</span><br />
<br />
Di awal pelayanan saya, saya mengeluh kepada rekan saya, Duane, bahwa kami sedang kesulitan keuangan. Dia mendengarkan dengan sabar, lalu bertanya, “Apakah kamu berdoa tentang keuanganmu? Apakah kamu berdoa tentang keuanganmu setiap hari?“<br />
<br />
Saya menjawab dengan lemah, “Tidak setiap hari.“<br />
<br />
Duane dengan cepat mendesak, “Jika aku jadi kamu, aku akan berdoa tentang hal itu setiap hari!“<br />
<br />
Nasihat yang bagus. Beberapa bulan kemudian, saat membaca Alkitab, saya sampai pada Doa Bapa Kami, “Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,“ dan nasihat Duane terpatri dalam hati saya.<br />
<br />
Doa Bapa Kami berisi enam permohonan. Tiga permohonan pertama adalah tentang Tuhan dan Kerajaan-Nya, dan kata kuncinya adalah: ‘Mu’. Doa Bapa Kami berisi enam permohonan. Tiga permohonan pertama adalah<br />
<ul class="mycode_list"><li>Dikuduskanlah nama-Mu.<br />
</li>
<li>Datanglah Kerajaan-Mu.<br />
</li>
<li>Jadilah kehendak-Mu.<br />
</li>
</ul>
<br />
Tiga permintaan selanjutnya berkaitan dengan orang-orang di bumi,<br />
dan kata kuncinya adalah ‘kami’:<br />
<ul class="mycode_list"><li>Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.<br />
</li>
<li>Ampunilah kesalahan kami.<br />
</li>
<li>Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan (termasuk lepaskanlah kami dari yang jahat).<br />
</li>
</ul>
<br />
Permintaan #1-3 bersifat teologis, #5 bersifat relasional, dan #6 adalah kerinduan spiritual yang luhur secara moral. Tetapi #4 benar-benar membumi. Yesus, Anak Allah, manusia paling spiritual yang pernah hidup, berdoa tentang makanan fisik!<br />
<br />
Dua bab sebelumnya di padang gurun, Yesus berkata kepada Iblis, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah“ (Matius 4:4). Sepanjang sejarah, para pertapa yang sangat spiritual hidup sederhana, kelaparan demi mencapai kesucian. Mereka menyimpulkan bahwa roti tidak penting. Tetapi Yesus tidak berkata, “Manusia hidup tanpa perlu makanan <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">sama sekali</span>.“<br />
<br />
Para pekabar Injil, Anda memiliki pikiran rohani, dipanggil untuk mengajar di semesta surgawi, tetapi jangan mengabaikan alam jasmani. Meskipun Anda “... dijadikan dengan dahsyat dan ajaib“ (Mazmur 139:14), Anda tetap membutuhkan makanan!<br />
<br />
Namun ingatlah, kita berdoa untuk makanan sehari-hari, bukan sekadar kue, seperti yang diungkapkan secara humoris oleh penulis, Dale Bruner, dalam <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Matthew, a Commentary</span>.<br />
<br />
Ini juga tentang makanan harian, bukan persediaan makanan untuk 10 tahun. Ini hanya untuk hari ini. Saat kita berdoa memohon makanan “hari ini,“ kita mengakui ketergantungan kita kepada Tuhan “hari ini“ dan setiap hari. Itulah mengapa saya membawa anggaran bulanan saya—jumlah yang tepat—kepada Tuhan setiap hari dalam doa.<br />
<br />
Perhatikan juga bahwa doa Bapa Kami bersifat kolektif—makanan kami, bukan makanan saya sehari-hari. Selain diri kita sendiri, marilah kita berdoa untuk mereka yang tidak memiliki makanan. Kata “kami“ mengingatkan kita untuk memikirkan orang lain.<br />
<br />
Akhirnya, doa ini ditujukan kepada Bapa kita di Surga—sumber sejati kita. Yesus mengangkat pandangan kita ke langit—melampaui mitra pemberi, melampaui rekening tabungan, melampaui gaji tetap. Semua itu bisa lenyap seperti bulu bunga dandelion yang tertiup angin musim panas.<br />
<br />
Seorang misionaris sedang berbicara dengan seorang teman di luar gereja mereka pada suatu Minggu pagi. Temannya bertanya kepada misionaris itu apakah ia mengumpulkan dana pribadi atau dibayar melalui dana umum lembaga tempatnya bekerja. Misionaris itu menjawab dengan saleh, “Saya mempercayakan diri kepada Tuhan untuk penghasilan saya.“ Temannya terdiam sejenak, lalu berkata, “Saya memiliki perusahaan percetakan dengan tiga karyawan, dan saya juga percaya kepada Tuhan untuk penghasilan saya.“ Sungguh pengingat yang kuat bahwa kita bukanlah satu-satunya yang mempercayai Tuhan untuk penghasilan kita!<br />
<br />
“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang biasa.“ Janganlah kita mengandalkan kemampuan komunikasi kita, visi kita yang cemerlang, atau daftar email kita. Marilah kita setiap hari meminta roti kepada Bapa kita yang setia. Dialah sang sumber.<br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">“Di balik roti ada tepung seputih salju; Dan di balik tepung ada penggilingan. Dan di balik penggilingan ada gandum dan hujan, Dan matahari dan kehendak Sang Bapa.“</span><br />
- MALTBIE D. BABCOCK, PENDETA AMERIKA (1858-1901)<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">DOA</span><br />
Bapa di Surga, saya mengaku saya lalai untuk selalu mengandalkan Engkau setiap hari sebagai sumber kami. Tetapi sekarang saya memohon kepada-Mu lagi untuk kebutuhan sehari-hari. Dan tolong tunjukkan pada saya cara cara menolong orang lain di dunia ini yang kekurangan makanan. Amin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-size: large;" class="mycode_size"><span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">Hari ke-1: Sembilan Kata Keuangan untuk Didoakan Setiap Hari</span></span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.</span><br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Matius 6:11 (TB2)</span><br />
<br />
Di awal pelayanan saya, saya mengeluh kepada rekan saya, Duane, bahwa kami sedang kesulitan keuangan. Dia mendengarkan dengan sabar, lalu bertanya, “Apakah kamu berdoa tentang keuanganmu? Apakah kamu berdoa tentang keuanganmu setiap hari?“<br />
<br />
Saya menjawab dengan lemah, “Tidak setiap hari.“<br />
<br />
Duane dengan cepat mendesak, “Jika aku jadi kamu, aku akan berdoa tentang hal itu setiap hari!“<br />
<br />
Nasihat yang bagus. Beberapa bulan kemudian, saat membaca Alkitab, saya sampai pada Doa Bapa Kami, “Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,“ dan nasihat Duane terpatri dalam hati saya.<br />
<br />
Doa Bapa Kami berisi enam permohonan. Tiga permohonan pertama adalah tentang Tuhan dan Kerajaan-Nya, dan kata kuncinya adalah: ‘Mu’. Doa Bapa Kami berisi enam permohonan. Tiga permohonan pertama adalah<br />
<ul class="mycode_list"><li>Dikuduskanlah nama-Mu.<br />
</li>
<li>Datanglah Kerajaan-Mu.<br />
</li>
<li>Jadilah kehendak-Mu.<br />
</li>
</ul>
<br />
Tiga permintaan selanjutnya berkaitan dengan orang-orang di bumi,<br />
dan kata kuncinya adalah ‘kami’:<br />
<ul class="mycode_list"><li>Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.<br />
</li>
<li>Ampunilah kesalahan kami.<br />
</li>
<li>Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan (termasuk lepaskanlah kami dari yang jahat).<br />
</li>
</ul>
<br />
Permintaan #1-3 bersifat teologis, #5 bersifat relasional, dan #6 adalah kerinduan spiritual yang luhur secara moral. Tetapi #4 benar-benar membumi. Yesus, Anak Allah, manusia paling spiritual yang pernah hidup, berdoa tentang makanan fisik!<br />
<br />
Dua bab sebelumnya di padang gurun, Yesus berkata kepada Iblis, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah“ (Matius 4:4). Sepanjang sejarah, para pertapa yang sangat spiritual hidup sederhana, kelaparan demi mencapai kesucian. Mereka menyimpulkan bahwa roti tidak penting. Tetapi Yesus tidak berkata, “Manusia hidup tanpa perlu makanan <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">sama sekali</span>.“<br />
<br />
Para pekabar Injil, Anda memiliki pikiran rohani, dipanggil untuk mengajar di semesta surgawi, tetapi jangan mengabaikan alam jasmani. Meskipun Anda “... dijadikan dengan dahsyat dan ajaib“ (Mazmur 139:14), Anda tetap membutuhkan makanan!<br />
<br />
Namun ingatlah, kita berdoa untuk makanan sehari-hari, bukan sekadar kue, seperti yang diungkapkan secara humoris oleh penulis, Dale Bruner, dalam <span style="font-style: italic;" class="mycode_i">Matthew, a Commentary</span>.<br />
<br />
Ini juga tentang makanan harian, bukan persediaan makanan untuk 10 tahun. Ini hanya untuk hari ini. Saat kita berdoa memohon makanan “hari ini,“ kita mengakui ketergantungan kita kepada Tuhan “hari ini“ dan setiap hari. Itulah mengapa saya membawa anggaran bulanan saya—jumlah yang tepat—kepada Tuhan setiap hari dalam doa.<br />
<br />
Perhatikan juga bahwa doa Bapa Kami bersifat kolektif—makanan kami, bukan makanan saya sehari-hari. Selain diri kita sendiri, marilah kita berdoa untuk mereka yang tidak memiliki makanan. Kata “kami“ mengingatkan kita untuk memikirkan orang lain.<br />
<br />
Akhirnya, doa ini ditujukan kepada Bapa kita di Surga—sumber sejati kita. Yesus mengangkat pandangan kita ke langit—melampaui mitra pemberi, melampaui rekening tabungan, melampaui gaji tetap. Semua itu bisa lenyap seperti bulu bunga dandelion yang tertiup angin musim panas.<br />
<br />
Seorang misionaris sedang berbicara dengan seorang teman di luar gereja mereka pada suatu Minggu pagi. Temannya bertanya kepada misionaris itu apakah ia mengumpulkan dana pribadi atau dibayar melalui dana umum lembaga tempatnya bekerja. Misionaris itu menjawab dengan saleh, “Saya mempercayakan diri kepada Tuhan untuk penghasilan saya.“ Temannya terdiam sejenak, lalu berkata, “Saya memiliki perusahaan percetakan dengan tiga karyawan, dan saya juga percaya kepada Tuhan untuk penghasilan saya.“ Sungguh pengingat yang kuat bahwa kita bukanlah satu-satunya yang mempercayai Tuhan untuk penghasilan kita!<br />
<br />
“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang biasa.“ Janganlah kita mengandalkan kemampuan komunikasi kita, visi kita yang cemerlang, atau daftar email kita. Marilah kita setiap hari meminta roti kepada Bapa kita yang setia. Dialah sang sumber.<br />
<br />
<span style="font-style: italic;" class="mycode_i">“Di balik roti ada tepung seputih salju; Dan di balik tepung ada penggilingan. Dan di balik penggilingan ada gandum dan hujan, Dan matahari dan kehendak Sang Bapa.“</span><br />
- MALTBIE D. BABCOCK, PENDETA AMERIKA (1858-1901)<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;" class="mycode_b">DOA</span><br />
Bapa di Surga, saya mengaku saya lalai untuk selalu mengandalkan Engkau setiap hari sebagai sumber kami. Tetapi sekarang saya memohon kepada-Mu lagi untuk kebutuhan sehari-hari. Dan tolong tunjukkan pada saya cara cara menolong orang lain di dunia ini yang kekurangan makanan. Amin.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Unconditional Surrender (Doa Navina 9 Feb 2026)]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=5</link>
			<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 21:11:42 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=2">setylist</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=5</guid>
			<description><![CDATA[Topik penyerahan diri adalah topik yang sangat spesial dalam perjalanan rohani kita. Sangat sentral. Mendengarkan kali ini dari prof Ivan Butar di ruang doa, sangat mengesankan... singkat tetapi dalem.<br />
<br />
<iframe width="560" height="315" src="//www.youtube-nocookie.com/embed/WEdFvY3pjSk" frameborder="0" allowfullscreen="true"></iframe><br />
<br />
Silakan berbagi tambahan dan komentar dengan mereply posting ini. Terima kasih.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Topik penyerahan diri adalah topik yang sangat spesial dalam perjalanan rohani kita. Sangat sentral. Mendengarkan kali ini dari prof Ivan Butar di ruang doa, sangat mengesankan... singkat tetapi dalem.<br />
<br />
<iframe width="560" height="315" src="//www.youtube-nocookie.com/embed/WEdFvY3pjSk" frameborder="0" allowfullscreen="true"></iframe><br />
<br />
Silakan berbagi tambahan dan komentar dengan mereply posting ini. Terima kasih.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Rally Kemitraan Oktober 2020]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=4</link>
			<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 20:47:27 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=2">setylist</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=4</guid>
			<description><![CDATA[<iframe width="560" height="315" src="//www.youtube-nocookie.com/embed/iDSWOWY2_hE" frameborder="0" allowfullscreen="true"></iframe><br />
Ada renungan-renungan baru, dari satu topik yang sama, jika dibawakan oleh orang berbeda, apalagi khususnya jika dibawakan oleh senior CIP (convensional income person) seperti bang Rudy ini. Selamat menikmati. Komentar diharapkan dengan me-reply posting ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe width="560" height="315" src="//www.youtube-nocookie.com/embed/iDSWOWY2_hE" frameborder="0" allowfullscreen="true"></iframe><br />
Ada renungan-renungan baru, dari satu topik yang sama, jika dibawakan oleh orang berbeda, apalagi khususnya jika dibawakan oleh senior CIP (convensional income person) seperti bang Rudy ini. Selamat menikmati. Komentar diharapkan dengan me-reply posting ini.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Umum (Setya)]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=3</link>
			<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 14:44:22 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=2">setylist</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=3</guid>
			<description><![CDATA[[08.04, 10/2/2026] Setya: Buku ini adalah buku bacaan wajib staf Navina tahun 2026...<br />
<br />
______<br />
[08.02, 10/2/2026] Perkasa: Mulai baca buku ini. Menemukan istilah menarik di hal 303 siap dijangkau , kalau ‘siap dituai’ sering kita dengar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[[08.04, 10/2/2026] Setya: Buku ini adalah buku bacaan wajib staf Navina tahun 2026...<br />
<br />
______<br />
[08.02, 10/2/2026] Perkasa: Mulai baca buku ini. Menemukan istilah menarik di hal 303 siap dijangkau , kalau ‘siap dituai’ sering kita dengar.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Totalitas Membagi Hidup (Luhut)]]></title>
			<link>https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=2</link>
			<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 14:40:22 +0700</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[<a href="https://diskusi.kitanavina.id/member.php?action=profile&uid=1">admindis</a>]]></dc:creator>
			<guid isPermaLink="false">https://diskusi.kitanavina.id/showthread.php?tid=2</guid>
			<description><![CDATA[[11.38, 10/2/2026] Luhut Manurung: <br />
<br />
dalam satu bab; <br />
keluarga Lottis ini menerima dengan senang hati <br />
usulan satu pasangan muda yang mereka nikahkan <br />
untuk tinggal di basement rumah pak Lottis.<br />
<br />
usulan mengejutkan ini datangnya dari pasangan muda ini <br />
dan jadilah dua pasangan keluarga berbagi dalam satu rumah selama setahun...<br />
<br />
Luar biasa totalitas berbagi hidupnya pasangan Pak Lottis dan istrinya Carol. <br />
Ndak kebayang bah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[[11.38, 10/2/2026] Luhut Manurung: <br />
<br />
dalam satu bab; <br />
keluarga Lottis ini menerima dengan senang hati <br />
usulan satu pasangan muda yang mereka nikahkan <br />
untuk tinggal di basement rumah pak Lottis.<br />
<br />
usulan mengejutkan ini datangnya dari pasangan muda ini <br />
dan jadilah dua pasangan keluarga berbagi dalam satu rumah selama setahun...<br />
<br />
Luar biasa totalitas berbagi hidupnya pasangan Pak Lottis dan istrinya Carol. <br />
Ndak kebayang bah...]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>